3 Alasan Mengapa Anak Takut Disuntik

0
Source: terpanas.id

Suntik adalah salah satu peralatan medis yang sangat bermanfaat untuk memasukkan obat atau vaksin tertentu. Suntik juga terkadang digunakan untuk mengambil suatu sample pada mahkluk hidup. Bukan hanya bagi manusia, suntik terkadang juga digunakan terhadap hewan, bahkan tumbuhan.

Anak-anak, khusunya 10 tahun kebawah, cenderung phobia (takut yang berlebihan) dengan sesuatu yang berhubungan dengan jarum suntik. Padahal, tidak mungkin dizaman sekarang ini seorang anak terlepas dari penyuntikan, sebab berbagai vaksin harus diberikan kepadanya demi menunjang kesehatan sang anak di masa mendatang. Berikut 3 alasan mengapa anak-anak pada umumnya takut disuntik;

3. Sakit

Sebagai seorang anak yang memiliki tingkat emosional yang lebih sensitif, sudah sewajarnya jika seorang anak takut dengan rasa sakit. Rasa sakit pada sang anak ketika pengalaman sebelumnya kerap kali menjadikannya depresi bila akan disuntik. Namun, sakitnya jarum suntik tidaklah lama, anak yang diberikan pengertian pentingnya penyuntikan dan sakitnya yang sementara biasanya akan lebih mudah untuk diatasi.

2.  Orang Asing

Alasan lain yang membuat sang anak takut dengan suntik, karena pada umumnya yang menyuntikkan adalah orang asing yang tak dikenalnya. Ketakutan anak terhadap orang asing memang tergolong beragam, namun jika jarum suntik sudah dikombinasikan dengan oknum yang tak dikenalnya, maka rasa takut sang anak semakin mencekam. Menghadapi fenomena ini, dianjurkan kepada orangtua untuk berlangganan kepada satu dokter saja yang dinilai terbaik, sebab jika sudah kenal, biasanya anak tidak akan takut lagi walaupun disuntik.

1. Kebiasaan Menakut-nakuti

Dari berbagai alasan yang ada, inilah faktor paling mempengaruhi anak-anak sehingga histeris bila akan disuntik. Begitu takutnya, tak jarang sang anak meronta-ronta bahkan menjerit ketakutan.

Sering ditemukan diberbagai lapisan kehidupan masyarakat, agar anaknya tidak melakukan sesuatu yang tak diinginkan, biasanya orangtua akan menakut-nakutinya dengan isu ‘suntik’. Sebagai contoh; jika seorang anak hendak bermain hujan, maka orangtua berkata; “Jangan main hujan, nanti jika sakit disuntik dokter!”

Alasan diatas memang bagus dalam melarang sang anak, namun alasan pelarangannya sebaiknya diganti demi kebaikan sang anak juga. Sebab, sakit merupakan sesuatu yang pasti dialami oleh setiap manusia. Tinggal masalah waktu saja. Jika anak sakit namun tidak mau disuntik, ini tentu akan menjadi masalah selanjutnya. Oleh sebab itu, mari kita berikan isu pendidikan yang tepat. Suntik memang sedikit menyakitkan, namun manfaatnya jauh lebih dibutuhkan.