3 Alasan Mengapa Bangun Pagi di Aceh Dapat Menambah Rezeki Pedagang

0
Source: indonesiakaya.com

Bangun pagi merupakan defenisi yang subjektif tergantung pribadi individu masing-masing. Mengapa dikatakan subjektif? Sebab defenisi pagi yang dimaksud tiap karakter tidak selalu sama. Ada yang menganggap bahwa pagi itu setelah shalat subuh, pagi itu saat matahari baru terbit, bahkan ada yang menganggap pagi itu adalah pukul 10:00 wib. Di Aceh ternyata juga demikian, pada umumnya paginya orang Aceh adalah pukul 10:00 wib sebab pada waktu ini segala kegiatan aktivitas warga Aceh baru akan menunjukkan adanya tanda-tanda kehidupan.

Dibalik fenomena ini ternyata bangun lebih pagi di Aceh tepatnya seusai shalat subuh dipercaya dapat menambah rezeki, adapun sebabnya adalah;

1. Kurang Pesaingan

Seperti dijelaskan sebelumnya, paginya orang Aceh lazimnya adalah pukul 10:00 pagi. Warga Aceh khususnya kaum pekerja wirausaha, pedagang, dan sejenisnya lebih memilih telat tidur dari pada harus bangun lebih awal. Hal itu dapat dilihat dengan jumlah aktivitas masyarakat Aceh khususnya di daerah perkotaan yang masih ramai walau hari sudah menunjukkan pukul 00:00 wib.

Jika seorang pedagang, bisa membuka dagangannya dipagi hari setelah shalat subuh, Insya Allah ia akan memiliki hasil keuntungan yang lebih banyak dari pada ia memulai berdagang pukul 10:00 wib. Mengapa demikian? Salah satu sebabnya adalah kurangnya para kompetitor atau pesaing dipagi hari. Kebanyakan pedagang lainnya masih tidur dan belum memulai usahanya. Dengan demikian bagi para pengunjung yang kebetulan keluar dipagi hari, tidak ada pilihan lain baginya selain menghampiri pedagang yang buka  di pagi hari.

Penjual ATK (alat tulis kantor) misalnya, jika ia mampu membuka dagangannya dipagi hari, akan banyak pembeli yang datang baik itu siswa sekolah atau karyawan kantor membeli kebutuhan masing-masing sebelum jam masuk tiba. Dengan kurangnya persaingan secara tidak langsung menambah keuntungan dan rezeki pedagang, tentunya tanpa mengurangi loyalitas dan kerja keras.

2. Waktu Kerja Lebih Panjang

Selain kurngnya persaingan seperti poin satu diatas, durasi kerja bagi pedagang yang bangun dipagi hari juga tak kalah penting dalam mendukung bertambahnya omset seorang pedagang. Bila bangun pukul 10:00 wib, pedagang hanya memiliki waktu 2 jam sebelum istirahat makan siang. Sementara pedagang yang bangun pagi, jam 6 misalnya. Maka ia memiliki 6 jam waktu dalam menjalankan ushaanya. Itu berarti, pedagang yng bangun pagi secara managemen waktu memiliki keuntungan 3x lipat dibandingkan pedagang yang bangun disiang hari. Dengan panjangnya durasi menjalankan usaha, tentu secara peluang matematis akan lebih berpotensi memperoleh keuntungan lebih banyak.

3. Lebih Energik

Pagi hari merupakan keadaan yang bisa dikatakan lebih segar dibanding siang bahkan malam. Selain cuaca yang masih sejuk dan dingin, minimnya kendaraan berlalu lalang turut membantu udara terasa masih segar dan sehat. Kendatipun terdengar sederhana, sejatinya udara yang segar memberikan peran besar bagi karakter seorang individu. Dengan bangun dipagi hari, biasaya seorang pedagang akan terlihat lebih bersemangat dan energik dibanding pedagang yang bangun lebih siang. Pedagang yang mampu bangun dan membuka usahanya di pagi hari menunjukan  bahwa ia sosok individu yang mampu memanagemen waktu tidurnya. Dua komponen i ni (energik dan managemen) tentu dapat menjadikan hasil dagangan seorang pedagang lebih laris dan diminati pengunjung.