3 Amalan Terbaik Menghadapi Tahun Baru Islam

0
Source: newsth.com

Selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Rajab Mudhar, bulan Muharam yang merupakan awal tahun baru umat Islam, ternyata termasuk salah satu bulan yang dihormati dalam Islam. Begitu besarnya kemuliaan pada bulan ini, sehingga rasul mengharamkan para sahabat untuk melaksanakan peperangan. Bulan muharram merupakan bulan penuh berkah, adapun amalan yang dapat dilakukan agar mendapatkan fadilah lebih besar disisi Allah diantaranya;


1. Puasa Sunah Tasu'a


Puasa ini merupakan ibadah sunnah yang rasul impikan sebelum menjelang usianya. Berdasarkan hadis nabi, Puasa Sunah Tasu’a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharam. Rasul berabda yang artinya;


Dari Ibnu Abbas Ra. dia berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;”, “Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan.” (HR. Muslim).


Akan tetapi, sebelum sampai di bulan Muharram tahun berikutnya, Rasulullah sudah meninggal dunia.


Lafadz niat puasa sunah Tasu’a adalah; Nawaitu sauma tasu’a sunnatal lillahita’ala.


Artinya: Saya niat puasa hari tasu’a, sunnah karena Allah ta’ala.

 


2. Puasa Sunah Asyura


Tidak dapat dipungkiri lagi, puasa Ramadhan merupakan ibadah puasa paling utama yang begitu pentingnya hingga termasuk dalam bagian perkara rukun Islam. Tidak heran jika puasa Ramadhan termasuk ibadah yang diwajibkan oleh Allah Swt. Namun, berbicara selain puasa Ramadhan, ibadah puasa yang paling dianjurkan adalah saat bulan Muharram. Rasul bersabda yang artinya;


“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (H.R. Muslim no.11630)


Puasa sunnah Asyura dapat dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Hal ini sesuai dengan hadis rasul yang artinya;


“Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).


Lafadz niat puasa sunah Asyura adalah: Nawaitu sauma Asyuro sunnatal lillahita’ala


Artinya: Saya niat puasa hari asyura, sunnah karena Allah ta’ala.

 


3. Menyantuni Anak Yatim


Sejatinya, menyantuni anak yatim dapat dilakukan kapan saja dan dibulan manapun. Namun, apabila dilakukan pada hari Asyuro, yakni pada tanggal 10 Muharram, maka Allah Swt akan mengangkat derajat hambanya yang berpuasa.


Rasul yang bersabda yang artinya; “Saya dan orang yang menanggung hidup anak yatim seperti dua jari ini ketika di surga.” Beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, dan beliau memisahkannya sedikit.” (HR. Bukhari no. 5304).