3 Macam Batu Nisan Peninggalan Kerajaan Aceh Pidie

0
Source: aceh.net

Sebagai daerah yang memiliki pemeluk keislaman yang mendominasi, sudah sewajarnya jika kerajaan Aceh memiliki adat khusus dalam memuliakan para jasad yang sudah meninggal dunia. Salah satunya adalah batu nisan yang dikemas sedemikian rupa sebagai bentuk identitas atau penanda bahwa terdapat sebuah lokasi pemakaman diwilayah tersebut.

Sebagaimana diketahui, jasad yang dikuburkan akan mengalami penyatuan dengan tanah dalam kurun waktu tertentu. Dengan adanya batu nisan, para generasi selanjutnya setidaknya tak akan melupakan bahwa lokasi tersebut merupakan salah satu tempat peristirahatan terakhir, apalagi mereka yang dianggap sakral atau berkarisma.

Jika dibandingkan, tekstur batu nisan Aceh memiliki corak masing-masing dari zaman ke zaman. Hal ini dapat diamati dari bukti fisik batu nisan yang ada pada Kerajaan Samudra Pasai (abad ke-13) dengan kerajaan Aceh pada fase setelahnya yakni Kerajaan Aceh Darussalam (abad ke-17).

Ambary selaku salah seorang ahli sejarah dalam bukunya terbitan 1988 menjelaskan bahwa batu nisan Aceh digolongkan dalam 3 jenis, yakni bentuk persegi panjang dengan hiasan kepala kerbau, bentuk tabung (selinder), dan bentuk gabungan yang sering dikenal dengan ‘sayap bucranc’. Tiga tekstur batu nisan tersebut kini dapat ditemukan di salah satu lokasi Aceh, Pidie.

1. Nisan Persegi Panjang

Batu nisan berbentuk persegi panjang atau secara maematis berbentuk balok ini pada umumnya merupakan peninggalan budaya peradaban aceh antara abad ke-15 sampai abad ke-16M. Terdapat beragam moif tulisan arab disetiap sisinya, khususnya pada bagian puncaknya. Batu nisan ini dapat ditemukan di Gampong Ketumbu mukim sanggeu, kecamatan pidie, kabupaten pidie.

2. Nisan Tabung atau Selinder

Jika dilihat sekilas, berdasarkan motif dan teksturnya, batu nisan berbentuk selinder memiliki kesamaan dengan makam-makam yang ada pada masa sebelum kedatangan Islam. Terdapat dua corak yang tergabung didalamnya yakni bentuk Menhir semasa tradisi Megalitik dan bentuk lingga semasa Hindu-Budha. Di Aceh Pidie, makam dengan benuk seperti ini dapat ditemukan di komplek makam Raja Pedir, Cot Kandang, Keulibeut Dayah Tanoh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.

3. Nisan Bentuk Sayap Bucranc

Merupakan bentuk batu nisan yang sudah eksis sejak abad ke-13. Buncrac sendiri merupakan pola hias yang berbentuk seperi tanduk kerbau di kedua sisinya. Biasanya pada tekstur bagian luar terdapat hiasan tradisional seperti sayap. Gaya yang sama juga sering digunakan pada pola rumah-rumah tradisional yang ada di Indonesia. Salah satu contoh batu nisan ini bisa ditemukan di komplek makam raja peunaroe Keumangan, Kecamatan Mutiara Barat, Kabupaten Pidie.