5 Alasan Mengapa Orang Miskin Lebih Banyak Masuk Syurga

0
Source: dailymoslem.com

Berbicara soal syurga dan neraka tentunya merupakan topik menarik dan tidak habis-habisnya jika dibahas. Pernahkah terbayangkan, orang kaya lebih beruntung, mereka memiliki banyak rezeki dan uang, tiap saat mereka bisa membantu orang lain, memberi sedekah, bahkan pergi haji ke Baitullah.  Dengan itu mereka akan mendapatkan banyak pahala dan kebajikan dari Allah Swt. Sedangkan orang miskin, jangankan bersedekah, untuk makan sehari-hari saja terkadang tidak cukup untuk kenyang. Apakah di Syurga kelak lebih banyak orang miskin dari orang kaya?

Terlepas dari argumen diatas, ternyata menurut ajaran Islam di Syurga kelak lebih banyak dimasuki orang-orang miskin. Hal ini sesuai dengan hadis nabi yang artinya; “Saya pernah melihat surga, aku lihat kebanyakan penduduknya adalah orang miskin.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun 5 alasan mengapa orang miskin lebih banyak masuk syurga diantaranya;

1. Senyum sebagai Sedekah

Tidak dipungkiri, tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah. Maknanya, pemberi dianggap lebih baik dari pada yang diberi. Jika ingin menjadi individu yang memiliki ‘tangan diatas’, tidak ada jalan lain selain menjadi insan yang berekonomi atau berfinasial tinggi dari orang biasa. Bahasa sederhananya, kaya lebih baik daripada miskin sebab bisa membantu dan bersedekah untuk pihak lain yang membutuhkan.

Lalu bagaimana dengan orang miskin yang ingin bersedekah? Ternyata Allah maha adil, bagi yang kaya Ia berikan harta untuk bersedekah, sedangkan bagi yang miskin dapat melakukannya dengan menebar senyum.  Nabi bersabda yang artinya;  “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“(HR at-Tirmidzi no. 1956), Ibnu Hibban (no. 474 dan 529)

2. Sabar

Sabar adalah salah satu senjata paling ampuh yang dimiliki orang-orang miskin jika ia tetap memegang teguh syariat dan istiqamah di jalan Allah. Maksudnya, jika umat muslim yang miskin, namun dengan kemiskinannya tidak menjadikannya kufur dan ingkar maka segala bentuk tindakan kesabarannya akan dilipat gandakan pahala baginya. Allah Swt berfirman; “Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka.”(Al-Qashas: 54)

Dalam ayat yang lain Allah menerangkan; “Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (Az-Zumar: 10)

Firman diatas sejatinya tidak diperuntukksn untuk golongan miskin semata, akan tetapi kenyataan dilapangan hanya orang miskinlah yang memiliki peluang berprilaku sabar dibandingkan golongan lain. Hal itu tak terlepas dari realita hidup orang miskin yang cenderung tertindas dan kesulitan yang apabila disikapi dengan bijak (sabar) akan menjadi sumber pahala yang luar biasa.

3. Tidak Banyak Pertanggung Jawaban

Alasan lain mengapa orang miskin lebih banyak masuk syurga adalah kondisi finansial mereka yang mempermudah proses hisab diakhirat. Sebagaimana dijelaskan dalam Islam, semakin banyak harta seorang hamba maka semakin banyak pula pertanggung jawaban mereka diakhirat kelak. Setiap harta akan memiliki bobot tersendiri apakah dipergunakan dijalan Allah atau tidak.

Rasulullah Saw bersabda yang artinya; “Saya pernah berdiri di pintu surga, ternyata umumnya orang yang memasukinya adalah orang miskin. Sementara orang kaya tertahan dulu (masuk surga). Hanya saja, penduduk neraka sudah dimasukkan ke dalam neraka.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim)

Hadis diatas mengindikasikan bahwa orang miskin lebih mudah masuk syurga, sedangkan orang kaya harus tertahan karena menjalani proses pemeriksaan yang lebih detail dibandingkan orang miskin terkhusus dalam konteks penggunaan harta bendanya. Jika memang sumber dan penggunaan harta mereka benar, maka merekapun akan menyusul ke syurga, sebaliknya jika timbangan amal harta mereka lebih berat dari kebaikannya, merekapun akan dicampakkan ke neraka.

4. Doa yang Teraniaya

Doa merupakan permintaan yang dilafazkan seorang hamba kepada tuhannya yang maha kuasa. Salah satu doa yang dianggap mujarab adalah doanya para kaum miskin karena mereka adalah etnis yang sering teraniaya. Bahkan begitu afdhol nya doa orang miskin ternyata mampu menolong suatu bangsa jika mereka memohonkannya kepada sang khaliq.

Rasul bersabda yang artinya; “Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan sebab orang-orang lemah mereka di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka” (HR. An Nasai no. 3178. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

5. Tak Terlena Nikmat Dunia

Salah satu apa yang paling Rasulullah takutkan dari umatnya adalah terlenanya mereka dengan nikmat dunia. Sejarah telah bercerita, banyak sekali kisah yang mengilustrasikan bahwa di dunia ini lebih banyak manusia yang bertahan saat diuji dengan kemiskinan namun mereka jatuh saat diuji dengan nikmat kekayaan.

Orang kaya akan memiliki potensi terlena akan nikmat dunia lebih rentan dibanding orang miskin yang tak punya apa-apa. Allah Swt Berfirman yang artinya; “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)... kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (QS. At Takatsur: 1 dan 8).