5 Cara Agar Naik Haji Tidak Antri 10 Tahun

0
Source: travel.dream.co.id

Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, sudah semestinya Indonesia memiliki peringkat utama dalam kuantitas jamaah hajinya. Hal ini tak terlepas dari syarat quota calon jemaah haji disetiap negara yakni 10% dari jumlah keseluruhan umat Islam di dalamnya.

Akan tetapi, quota jemaah haji yang diterima oleh Arab Saudi tak sebanding dengan minat para jemaah khususnya Indonesia. Begitu antusiasnya muslim Indonesia untuk melaksanakan rukun Islam yang terakhir ini menjadikan para jemaah harus menunggu hingga 10 atau 12 tahun jika mendaftar tahun ini. Fenomena ini juga menyebabkan jumlah daftar tunggu jemaah haji Indonesia mencapai angka sekitar 2 Juta orang.

Problema ini tentu menjadi keresahan serius bagi para jamaah yang walau sudah memiliki uang ternyata belum cukup untuk menjaminnya dapat naik haji dalam waktu yang relatif lebih singkat. Beberapa solusi yang dapat dilakukan agar naik haji tidak harus menunggu 10 tahun atau lebih diantaranya;

1. Mendaftar di Provinsi Lain

Setiap daerah di Indonesia memiliki quota masing-masing terkait penerimaan calon jamaah haji setiap tahunnya. Berdasarkan data statistis, provinsi dengan jumlah umat muslim sedikit akan memiliki peminat haji yang sedikit pula seperti Provinsi Papua, NTT, Bali, Maluku dan lain sebagainya. Untk itu, survei lapangan agar naik haji bisa lebih cepat adalah dengan melakukan pindah kependudukan walau hanya sebatas pengurusan KTP dan administrasi semata.

2. Memakai Visa TKI Arab Saudi

Visa TKI Arab Saudi ada dua jenis, yaitu Visa Terikat dan Visa Bebas. Visa bebas merupakan visa kerja yang dapat diterima dan diakui kerja di Arab Saudi dengan secara bebas dalam menentukan juragan atau tanpa juragan. Salah satu solusi agar cepat naik haji adalah dengan mengugnakan fasilitas visa bebas tersebut. Agar lebih mempermudah, dianjurkan memiliki koneksi dengan orang Indonesia yang berdomisili di Arab Saudi untuk pengurusan berbagai administrasinya.

3. Memakai Visa Ziarah

Dari semua alternatif, ini solusi termurah dan terbaik agar naik haji tanpa antri terlalu lama. Hal ini harus berkaitan dengan relasi atau kenalan terhadap oknum di Kedutaan Arab Saudi. Jika tidak, minimal calon jamaah memiliki kenalan baik pada kedutaan Arab Saudi Indonesia yang ada di Jakarta.

Dengan menggunakan Visa Ziarah atau juga disebut Visa Turis ini, calon jamaah dapat berangkat kapan saja bahkan satu hari menjelang ibadah haji akan dimulai. Tidak hanya itu, jamaah haji tidak akan dikenakan biaya perjalanan haji karena sudah termasuk dalam fasilitas pelayanan visa tersebut.

Kelebihan dari visa ini adalah Anda dapat berangkat kapan saja bahkan sehari menjelang ibadah haji akan dimulai (tanggal 8 Dzulhijjah) yang jamaah haji biasa tidak dapat malakukannya. Selain itu, Anda tidak dikenakan biaya perjalanan haji ini berbeda dengan visa haji yang dikenakan biaya transportasi perjalanan selama di Arab Saudi

4. Haji Khusus

Haji khusus merupakan pelayanan bagi calon jamaah yang dapat pergi ke tanah suci hanya menunggu 4 tahun setelah mendaftar. Durasi waktunya memang tidak terbilang singkat, akan tetapi jika dibandinkan dengan haji biasa yang memakan waktu mulai dari 10 tahun bahkan lebih, tentu opsi ini memiliki keunggulan. Tidak hanya itu, para jemaah tidak harus memiliki koneksi atau kenalan khusus seperti beberapa alternatif diatas sebab haji khusus terbuka untuk siapa saja asal memiliki kemampuan finansial lebih dibanding biaya haji normal.