5 Makanan Khas Aceh yang Paling Sering Dijadikan Sebagai Oleh-Oleh

0
Source: gampongcotbaroh.desa.id

Sebagai daerah yang memiliki daya tarik para pengunjung luar, tentu Aceh memiliki sejuta ragam aset tradisional untuk dijadikan sebagai bukti atau oleh-oleh bagi para kerabat atau sanak saudara yang ditinggalkan. Oleh-oleh tidak mesti mahal, asal ia memiliki daya keunikan sebagai identitas suatu daerah maka itu lebih baik dan bernilai. Berikut makanan khas Aceh yang paling sering dijadikan sebagai oleh-oleh;

1. Kue Ade Meureudu

Kue yang satu ini terbuat dari singkong dan tepung terigu. Warnanya yang cenderung hijau agak kekuningan memiliki rasa yang nikmat dan menggugah lidah. Sebagian riwayat mengatakan bahwa Kue Ade ini adalah makanan khas Aceh khususnya daerah Meureudu yang merupakan salah satu kabupaten di provinsi Aceh.

2. Kue Bhoi

Kue ini terkadang masyarakat Aceh juga menyebutnya sebagai bolu. Bisa dikatakan bahwa Kue Bhoi sangat popular di Aceh sebab senantiasa menjadi menu lebaran bahkan antaran ketika hari pernikahan. Secara fisik, kue ini memiliki tekstur yang menarik yakni berbentuk bunga, ikan, dan bintang. Mencari oleh-oleh kue Bhoi tidak sulit, ia bisa ditemukan hampir di seluruh took oleh-oleh yang ada di Aceh.

3. Dendeng Aceh

Makanan yang satu ini berbeda dengan kedua oleh-oleh sebelumnya, sebab Dendeng Aceh bukan sejenis kue atau jajanan melainkan lauk yang dapat dijadikan teman nasi. Makanan khas Aceh yang satu ini terbuat dari daging sapi dengan racikan dan bumbu tradisional setelah dikeringkan. Dendeng Aceh sangat layak dijadikan oleh-oleh dari Aceh sebab memiliki daya tahan (awet) dibanding makanan lain pada umumnya.

4. Kue Keukarah

Merupakan oleh-oleh khas Aceh yang mirip dengan sarang burung. Jajanan ini sangat serasi bila dikonsumsi bersama hangatnya kopi di sore hari.  Berbahan dasar dari tepung beras dan gula yang dilarutkan tersebut menjadikannya oleh-oleh yang unik dan layak sebagai buah tangan bila berpergian.

5. Kembang Loyang

Biasanya kembang Loyang paling eksis menjelang lebaran Idul Fitri dan Idul Adha. Sebab bentuk dan filosofinya mencerminkan suatu kebahagiaan dan hati yang berbunga-bunga. Kini cemilan Kembang Loyang sangat popular, tidak hanya sebagai sajian lebaran, melainkan juga sebagai oleh-oleh dengan rasanya yang khas dan manis. Terkadang masyarakat Aceh mengganti bahan dasarnya dengan bumbu Peyek, sehingga bisa disebut Peyek dengan bentuk Kembang Loyang.