5 Wisata Pemakaman Di Aceh

0
Source: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Pemakaman biasanya merupakan lokasi yang dianggap seram dan menakutkan bagi segelintir orang. Bukan hanya merupakan wadah bagi para jasad yang sudah mati, pemakaman juga dianggap memiliki nilai magis yang dapat memberikan efek negatif bagi mereka yang konon katanya mempercayai hal-hal gaib. Namun berbeda dengan masyarakat Aceh, pemakaman justru merupakan media ibadah, karena selain berziarah pemakaman di Aceh kerap menjadi simbol intropeksi diri dengan senantiasa mengingat kematian.

Aceh merupakan daerah yang memiliki nilai peradaban serta nilai spiritual masyarakat yang lebih tinggi dibanding daerah lainnya. Tak heran mengapa pemakaman di Aceh merupakan satu dari sekian tempat yang sering didatangi pengunjung. Berikut 5 pemakaman di Aceh yang sering dijadikan objek wisata.

1. Makam Syiah Kuala

Makam ini terletak di Gampong Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Syiah kuala merupakan salah satu ulama besar Aceh yang kiprahnya memberikan solusi bagi berbagai kalangan termasuk penengah antara dua pengikut ulama besar yakni Hamzah Fansuri dan Nurdin Ar-Raniry yang sudah lama berseteru dalam mengimplementasikan ajaran tasawuf.

Selama kurang lebih 59 tahun, Syiah Kuala berperan penting sebagai hakim agung kerajaan Aceh.  Ia dipercaya menjadi aktor penting (penasehat) dibalik pemerintahan kerajaan Aceh yang saat itu dipimpin oleh para ratu yaitu; Sultanah Safiatuddin Syah (1641-1645 M), Sultanah Naqiatuddin Syah (1675-1678 M), Sultanah Zakiatuddin Syah (1678-1688 M) dan Sultanah Ratu Kamalat Syah (1688-1699 M).

Saat ini, makam ini sangat populer dikunjungi para wisatawan, khususnya mereka yang hendak ziarah dan melepas nazar keagamaan disana. Selain lokasinya yang berada dipesisir laut, makam ini juga sering dijadikan lokasi zikir berjamaah yang biasanya dipimpin oleh Syeikh muda Samunjir bin Husein.

2. Pemakaman Massal Ulee Lheue

Merupakan pemakaman yang dibangun menjelang bencana besar tsunami di Aceh. Kurang lebih terdapat sekitar 14 ribuan korban jiwa yang dimakamkan dalam satu liang dengan berbagai identitas yang belum dapat dikenali. Akibatnya, tidak ada batu nisan pada kuburan masal ini, yang ada hanya dua jenis tiang yang menandakan kelompok kuburan untuk orang dewasa dan sekelompok lagi untuk anak-anak.

Pemakaman ini dinilai sangat populer dikunjungi. Para pengunjung biasanya adalah para penjiarah yang kehilangan sanak saudaranya akibat gempa dan tsunami. Makam ini Berada di jalan Pocut Baren, Ulee Lheue tepatnya di lokasi kompleks rumah sakit Meuraxa sebelum pindah ke lokasinya sekarang. Hingga saat ini, masih terlihat sebagian gedung rumah sakit meuraxa yang sengaja tetap dipertahankan keberadaannya untuk mengenang tsunami di Aceh.

3. Taman Makam Pahlawan Banda Aceh

Merupakan pemakaman yang berada di kelurahan Peuniti, kecamatan Baiturahman, Banda Aceh. Keunikan makam ini diantaranya memiliki luas hampir 2 hektar. Tercatat sekitar 245 kuburan yang di gandrungi oleh berbagai makam perwira hingga prajurit TNI didalamnya. Merupakan pemakaman bagi para pahlawan Aceh yang dinilai telah berjuang dalam peperangan melawan penjajah. Pemakaman ini juga dilengkapi dengan plaza khusus yang mana sering dilakukan upacara penghormatan terutama saat hari pahlawan tiba.

4. Kerkhof

Merupakan pemakaman di Aceh yang juga memiliki nilai wisata dan menoreh banyak minat pengunjung. Kerkhof sendiri diambil dari bahasa Belanda yang bermakna kuburan atau halaman gereja. Kerkhof juga dikenal dengan sebutan Kerkhof Peutjeut dimana (Peutjeut) merupakan nama salah seorang anak lelaki Sultan Iskandar Muda yang diberikan hukuman mati oleh ayahnya sendiri karena menghianati agama dan tanah air Aceh. Makam para jasad Belanda ini terletak di Kawasan Blower tepatnya di belakang Museum Tsunami Aceh.

5. Makam Sultan Iskandar Muda

Diantara makam lainnya, makam yang satu ini sangat bersih dan terawat. Didalam area lingkungan pemakaman terdapat tugu yang menceritakan secara singkat sejarah perjuangan dan profil Sultan Iskandar Muda. Pada umumnya para pengunjung datang untuk berziarah dan memanjatkan doa kepada seorang sultan yang dianggap berperan besar dalam mengangkat martabat orang Aceh. Ukiran kaligrafi menghiasi sepanjang sisi makam Sultan yang telah membawa Aceh ke masa kejayaan sehingga Aceh menjadi pusat perdagangan dan pembelajaran Islam dunia. Makam ini terletak di dalam Bomplek Baperis, kelurahan Peuniti, kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.