AKBP Adnan, Polisi Meupep-Pep yang Tak Bisa Dilalukan Sembarang Orang

0
Source: plus.google.com

Jika Anda ke Banda Aceh pasti tidak asing lagi akan sosok yang satu ini, AKBP Adnan yang dikenal dengan polisi meupep-pep (cerewet). Eksistensinya di Banda Aceh merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat menjadi lelaki yang cerewet khususnya di jalan raya adalah kemampuan yang tak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Program polisi meupep-pep sesungguhnya ada di seluruh Indonesia, namun hanya sebagian tempat yang dapat beroprasi dengan baik, salah satunya Banda Aceh dengan AKBP Adnan selaku esekutornya.

Banyak ketimpangan, kelalaian, dan penyalahan aturan berlalulintas yang terjadi disekitar jalan raya, dengan adanya polisi meupep-pep ini, walaupun tidak menyeluruh paling tidak mampu meminimalisir angka pelanggaran lalulintas yang dilakukan pengendara seperti memotong lampu merah, jalan berlawanan arah, atribut pengendara tidak lengkap, dan masih banyak lagi. Kelebihan lain dari metode ini adalah, dapat menjangkau para pengendara dengan pengeras suara serta menimbulkan efek jera bagi mereka yang merasa malu setelah dipeup-peup.

AKBP Adnan adalah sosok lelaki yang lahir di Meureudu, Pidie Jaya Aceh pada 10 Maret 1960. Pada tahun 1979 Ia pernah menjalani karirnya sebagai wartawan koran terbitan Medan sebelum menjadi seorang polisi.Selain itu Adnan juga kerap menjadi asisten dosen di salah satu perguruan tinggi di Aceh yang menjadikannya sebagai oknum kepolisian yang berwawasan tinggi dan menjunjung sportifitas.

Walaupun Adnan mengenyam pendidikan perkuliahan di jurusan Fisipol Dharma Wangsa, Medan. Ditambah dengan pengalamannya sebagai wartawan dan asisten dosen, namun ia mengaku memiliki kemampuan seperti sekarang melalui faktor pembelajaran dan bimbingan teman-temannya. Adapun visi dari tindak-tanduk Adnan sebagai polisi meupep-pep adalah mencoba untuk menyelamatkan pengguna jalan raya dari korban kecelakaan lalu lintas.

Menurut Adnan, berdasarkan hasil diskusinya dengan berbagai guru besar di Unsyiah. Berhubung warga Aceh merupakan daerah yang pernah di landa konflik, merepet merupakan salah satu media efektif dalam mengingatkan dan menjaga kesadaran pengendara untuk taat berlalulintas karena dapat secara langsung menyentuh batin dan psikologi pengendara.

Dalam jenjang kepolisian, awalnya Adnan menjabat sebagai Kepala Pendidikan dan Rekayasa Lalu Lintas Polda aceh. Setelah program polisi meupet-pet dikeluarkan, dengan berbagai prestasi dan kemampuannya Adnan dipercaya sebagai koordinator pelaksana polisi meupep-pep di seluruh Polres yang ada di Aceh.

Terkait tentang keahlian dalam berbicara, Adnan menjelaskan bahwa dirinya memiliki pengalaman sebagai penjual obat. Ia juga pernah menjalani pendidikan sebagai negosiator di Bandung. Seperti sudah dijelaskan diatas, Adnan juga pernah menjadi asisten dosen khususnya pada mata kuliah pengantar Ilmu Komunikasi.

Tanpa kenal lelah, Adnan gencar berkeliling kota Banda Aceh dalam melaksanakan tugasnya dengan penuh taggung jawab. Ia selalu terdengar bersemangat dalam merepet para pengendara yang ugal-ugalan dalam berkendara tanpa pandang bulu dan tanpa rasa malu sedikitpun. Sejauh ini, hanya sosok AKBP Adnanlah yang dinilai masih mampu melaksanakan tugas luar biasa tersebut.

Semoga sosok Adnan menjadi ispirasi dan motivasi bagi para calon generasi kepolisian selanjutnya. Sebab tugas meupet-pet merupakan hal yang tak semua orang bisa melakukannya, padahal dengan adanya sosok seperti Adnan dalam lalulintas, memberikan kontribusi signifikan khususnya dalam mencegah terjadinya kecelakaan lalulintas.

Jika Anda ingin lebih mengenal sosok AKBP Adnan ini, bisa langsung melihat videonya melalui link dibawah ini.

https://youtu.be/-EXmQgRfWiE