Penjelasan Ilmiah Mengumandangkan Adzan di Telinga Anak yang Baru Lahir

0
Source: google.com


            Kehadiran seorang anak dalam sebuah keluarga merupakan suatu kebahagian tersendiri  yang dirasakan oleh kedua orang tua. Anak merupakan anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada makhluk pilihanNya yang dianggap sudah mencukupi kriteria mengemban amanah.

            Anak sebagai penerus generasi sekaligus pembawa genetik yang berbeda-beda dari setiap keluarga. Agama juga berperan penting dalam perkembangan sang anak, setiap agama yang ada dipermukaan bumi ini mempunyai aturan khusus dalam menangani bayi yang baru lahir. Didalam agama Islam seoarang bayi yang baru lahir baik berjenis kelamin laki-laki ataupun perempuan mendapatkan perlakuan yang sama, sang ayah mengumandangkan adzan di telinga kanan anak, setelah selasesai dilanjutkan dengan iqamah di telinga kiri.

Dari Ibnu Abbas radhiyahu anhu bahwa Nabi SAW melantukan adzan di telinga Al-Hasan bin Ali ketika dilahirkan, dan melanturkan iqamah di telinganya. (HR. Al-Baihaqi). Walupun dalam Islam terdapat sudut pandang yang berbeda-beda terhadap hadist tersebut, terlepas dari perkara itu yang terpenting adalah nilai-nilai kebaikan yang di tanamkan oleh kedua orang tua mulai sejak dari lahir ternyata berdampak medis terhadap tumbuh kembang anak.

Perumpamaan anak yang baru lahir seperti kertas putih bersih yang belum tersentuh noda, tinggal tugas kedua orang tuanya mau menulis tentang informasi kebaikan atau sebaliknya terhadap anak. Jika dikaji dari segi medis, anak yang baru lahir sangat mudah menerima informasi awal yang dirasakan oleh panca inderanya. Suara adzan diibaratkan seperti sebuah pesan yang tergabung dalam sel-sel saraf Neuron membentuk jaringan saraf.

Menurut fungsinya, terdapat tiga sel saraf di antaranya: yang pertama Sel Saraf Sensorik adalah sel saraf yang mempunyai fungsi menerima rangsang yang datang kepada tubuh atau panca indera, dirubah menjadi impuls (rangsangan) saraf, dan meneruskannya ke otak. Badan sel saraf ini bergerombol membentuk ganglia, akson pendek, dan dendritnya panjang. Kedua Sel Saraf Motorik adalah sel saraf yang mempunyai fungsi untuk membawa impuls saraf dari pusat saraf (otak) dan sumsum tulang belakang menuju otot. Sel saraf ini mempunyai dendrit yang pendek dan akson yang panjang. Ketiga Sel Saraf penghubung adalah sel saraf yang banyak terdapat di adalam otak dan sumsum tulang belakang. Neuron ( sel saraf) tersebut berfungsi untuk menghubungkan atau meneruskan impuls (rangsangan) dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik

Mahasiwa Universitas Hasyim Asy’ri Tebuireng Jombang, As’ad Syamsul Arifin mengungkapkan dalam penelitian yang ia lakukan adannya hubungan antara nilai edukasi dan pengaruh adzan di telinga bayi yang baru lahir. Dalam penelitian yang berjudul “Nilai-Nilai Edukasi dalam Hadist Nabi: Studi Analisis Terhadap Hadist Nabi tentang Adzan di Telinga Bayi” disebutkan bahwa hadist tentang adzan di telinga bayi yang baru lahir mengandung hikmah dan nilai-nilai pendidikan agama pada anak, terutama sekali pendidikan tauhid dan pendidikan ibadah.

Selain pengkajian secara medis tentunya juga ada campur tangan Sang Pencipta yaitu Allah SWT, jika Allah SWT sudah berkehendak untuk merubah suatu keadaan maka tidak ada satu orang pun yang mampu menghalanginya.


Oleh :

RA.ARDY HARRY LAUT TAWAR

*Penulis merupakan mahasiswa aktif di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Ar-Raniry Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Konsentrasi Jurnalistik.