5 Alasan Mengapa Wanita Memilih Bekerja

0
Source: vemale.com

Dalam Islam, wanita tidak wajib bekerja dan mencari nafkah. Tanggung jawab itu dibebankan ke pundak laki-laki apakah itu ayah, suami, atau saudara laki-laki dalam keluarga. Akan tetapi, kendatipun wanita tak harus mencari uang, masih banyak ditemukan para muslimah bekerja dalam berbagai hal seperti pegawai kantor, bank, sekretaris, guru dan lain-lain. Berikut 5 alasan mengapa wanita memilih bekerja dari pada menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.

5. Shoping

Shoping adalah salah satu hobi seorang wanita. Namun sering kali keinginan itu terbatasi oleh kemampuan finansial mereka atau larangan suami bila berbelanja secara berlebihan. Belum lagi pernak-pernik kosmetik yang cenderung memiliki biaya yang mengoyak kantung. Atas beberapa persoalan diatas, bekerja menjadi alternatif seorang wanita agar hasrat shopingnya dapat terpenuhi.

4. Ijazah Perguruan Tinggi

Ijazah merupakan satu bukti vital bahwa seorang mahasiswa terbukti telah menyelesaikan kuliahnya. Bagi seorang wanita, perjalanan panjang pendidikan sejak Sd hingga bangku universitas merupakan rutinitas yang telah banyak memakan biaya, waktu, dan usia. Oleh sebab itu, sebagian wanita merasa rugi apabila ijazah yang sudah susah payah diperoleh tidak digunakan dan hanya menjadi pajangan dinding atau lemari hias. Berangkat dari itu, sebagian wanita memutuskan bekerja agar ijazahnya tidak diperoleh dengan sia-sia.

3. Uang Lebih

Sudah bukan keanehan lagi apabila seorang wanita sangat tetarik dengan uang lebih. Kecenderungan memiliki uang banyak merupakan naluri alami bagi seorang wanita bila ingin membeli apapun keinginannya. Bagi wanita, satu-satunya cara memperoleh uang lebih selain pemberian ayah atau suaminya adalah dengan bekerja. Dengan bekerja, wanita akan memperoleh kebebasan finansial dan bebas menggunakan uang tersebut tanpa harus mendapat izin dari ayah atau suaminya.

2. Karir Prestasi

Banyak kita jumpai, wanita bekerja dengan alasan agar memperoleh prestasi atau mengukir puncak karirnya. Wanita yang sudah termotivasi oleh hal ini, rela menghabiskan waktu untuk tetap jomblo atau menghabiskan waktu idealnya untuk menikah diusia muda. Hal tersebut tak terlepas dari syarat berbagai lapangan pekerjaan yang melarang karyawan wanitanya menikah selama durasi tertentu jika ingin diterima. Beberapa contoh pekerjaan tersebut seperti: Pramugari, Teller atau CS Bank, dan berbagai instansi lain yang mengkhususkan setatus belum menikah sebagai syaratnya.

1. Terpaksa

Alasan penulis menjadikan 'terpaksa' sebagai urutan pertama adalah karena kuantitas wanita bekerja paling didominasi oleh faktor tersebut. Terpaksa disini bukan seutuhnya wanita dipaksa oleh seseorang melainkan keadaan yang membuat wanita terpaksa untuk bekerja.

Secara alami, naluri seorang wanita pada umumnya adalah menjadi seorang ibu rumah tangga yang normal. Dengan begitu ia bisa melayani suami dan merawat anaknya dengan tangannya sendiri tanpa harus berbagi waktu dengan deadline pekerjaan.

Akan tetapi, keadaan diatas sangat dipengaruhi oleh perekonomian suami atau kepala keluarga. Jika pekerjaan suami tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan mereka, maka mau tidak mau wanita dipaksa untuk bekerja walaupun sesungguhnya ia tak wajib melakukannya. Belum lagi bagi wanita yang tak punya suami karena janda misalnya, ia terpaksa bekerja agar mampu menghidupkan diri dan anak-anaknya. Begitu juga bagi wanita single yang memiliki adik-adik yang tak punya ayah lagi. Akan memotivasi dirinya untuk terpaksa bekerja walau dalam impiannya ia ingin bebas finansial tanpa harus membanting tulang. Lebih ekstrim lagi, ada juga para wanita terpajsa bekerja karena suaminya menikah lagi atau tak menafkahkannya.