Apakah Alquran Mengatakan Bumi Datar?

0
Source: hipwee.com

Persoalan bumi datar atau elips merupakan topik yang pernah heboh pada masa silam. Tepatnya pada masa otoritas gereja (Pateristik) diklaim oleh bangsa barat sebagai sebagai sumber ilmu pengetahuan yang tak boleh dibantahkan. Pihak otoritas gereja bersikeras bahwa bumi berbentuk datar dari interprestasi mereka terhadap Bible. Para ilmuan dan filosof tentu bertetangan dengan hal ini, bahkan banyak diatara mereka rela kehilangan nyawanya untuk membuktikan kebenaran dibalik realtas bentuk bumi.

Bagaimana dengan Al-Quran?

Dalam surat Nuh ayat 11 dijelaskan: "Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan."

Ayat diatas diperjelas oleh ayat selanjutnya, "Supaya kamu bisa berjalan diatasnya dijalan-jalan yang luas". (Q.S. Nuh: 20)

Dalam ayat lain juga dijelaskan, salah satunya adalah Surat Tha Ha ayat 35.

Secara litetatur bahasa, menurut para muffasir, tidak disebutkan bahwa Bumi itu datar, tapi bumi dihamparkan. Seperti karpet yang hamparkan sehingga kita bisa berjalan diatasnya.

Banyak orang mengatakan, bahwa karpet hanya bisa dibentangkan dipermukaan yang datar saja. Padahal, karpet bisa saja dibentangkan diberbagai bentuk salah satunya adalah bentuk bola seperti bumi. Karpet biasanya dibentangkan pada suatu permukaan yang tidak nyaman diinjak bila melintas diatasnya. Al-Quran mendeskripsikan kerak bumi layaknya karpet, tanpa karpet tersebut manusia tidak mampu hidup dan bertahan diatasnya, sebab bagian dibawah kerak bumi memiliki kondisi dan suhu yang berada diatas daya tahan fisik manusia. Ini menjelaskan bahwa Al-Quran tidak hanya rasional, melainkan juga mendeskripsikan realitas ilmiah yang ditemukan peneliti ratusan tahun setelah Al-Quran menyebutkannya.

Mengenai bentuk keseluruhan bumi, Al-Quran menjelaskan;

"Wa al-ardha ba'da djalika dakhaha."

Yang artinya: "Dan kami sesudah itu dihanparkannya." (Q.S. An-Nazi'at: 30)

Kata arab 'dakhaha' selain bermakna hamparan juga berarti berbentuk telur. Dahaha berasal dari kata Duhiya yang secara khusus mengarah kepada bentuk telur unta yang secara geospherical memiliki kesamaan dengan bentuk bumi. Kesimpulannya, Al-Quran dengan Sains modern sangat sesuai.