5 Kawasan Favorit Kecelakaan Menuju Banda Aceh

0
Source: berita.baca.co.id

Kecelakaan memang bisa terjadi dimana saja, namun secara kuantitas berdasarkan banyaknya insiden dan fakta di lapangan, menjadi teguran bagi pengguna jalan untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam melintasi beberapa titik. Bila menuju Banda Aceh, Aceh Besar merupakan daerah jalur darat yang menjadi penghubung Kota Banda Aceh dengan daerah lainnya. Hal ini menyebabkan banyak arus kendaraan baik ukuran kecil hingga ukuran besar melintasi beberapa titik sebagai sarana distribusi maupun transportasi.  Tidak hanya itu, faktor keberadaan Unsyiah dan UIN Ar-Raniry selaku universitas paling ramai di Aceh menjadikan rute Aceh Besar menuju Banda Aceh  kerap dipadati oleh para mahasiswa yang pergi dan pulang kampus.

Dari realitas diatas, tak jarang ditemukan beberapa titik di Aceh Besar  yang diklaim rawan karena sering terjadi kecelakaan hebat hingga merenggut korban jiwa. Hal tersebut biasanya tak terlepas dari lokasi perjalanan yang memiliki topografi dan tekstur tanah yang buruk. Adapun beberapa lokasi rawan menuju Bnada Aceh khususnya di Aceh Besar diantaranya;

1. Leupung dan Lhoong

Kecamatan Leupung dan Lhoong, yakni kawasan pegunungan Paro dan Kulu merupakan tititk rawan yang sering terjadi kecelakaan karena tekstur tanah yang tidak baik. Selain jalan sempit dan berbelok, daerah pergunungan ini juga sering terjadi longsor. Bila musim hujan ancaman jalan yang licin semakin menjadikan lokasi tersebut layak untuk diwaspadai.

2. Seulawah

Seulawah merupakan daerah yang memiliki banyak titik rawan kecelakaan. Hal ini tentu tak terlepas dari topografi Seulawah yang merupakan area pegunungan dan tebing curam. Salah satu lokasi rawannya adalah tikungan menurun SPN Seulawah Km 60. Dengan kondisi jalan tikungan yang menurun, menghipnotis pengguna jalan terbawa santai dibalik keadaan yang seharusnya mencekam. Tercatat banyak kecelakaan maut yang sering terjadi dilokasi ini.

Tidak jauh dari tikungan turunan SPN Seulawah, lokasi rawan di Seulawah lainnya berada di tikungan Seunapet, kawasan yang paling dikenal sangat rawan. Hal itu diidentifikasikan setelah tercatat banyak korban luka parah sampai meninggal dunia terjadi hampir disetiap tahunnya.

3.  Indrapuri

Lokasi rawan selanjutnya berada pada tikungan SD Sihoum Km 27 Indrapuri. Di lokasi itu kecelakaan sering terjadi akibat mobil yang datang dari arah Medan tidak tahu di kawasan itu ada tikungan patah. Dengan kecepatan yang tinggi tentu tikungan ini menjadi lokasi berbahaya bagi pengendara sendiri atau kendaraan lain yang berlawanan arah.

Lokasi Indrapuri lainnya yang perlu diantisipasi adalah Jalan Banda Aceh-Medan, Km 19-23, tepatnya di kawasan Blang Jaroe. Di lokasi itu dilaporkan banyak ternak warga yang dibiarkan lepas setelah musim panen. Bahkan malam hari hewan peliharaan itu sering dijumpai tidur di badan jalan yang mengancam para pengendara khususnya mereka yang berkecepatan tinggi.

4. Lhoknga

Berbeda dengan lokasi rawan lainnya. Di Lhoknga yaitu Jalan Banda Aceh-Calang tepatnya di sekitaran PT. Semen Andalas (Lavarge) memiliki jalan yang baik, berbadan lebar dan lurus. Akibat kondisi jalan yang bagus justru pengemudi merasa nyaman dan tertarik untuk meningkatkan kecepatan sehingga menjadi sumber terjadinya kecelakaan hebat. Bahkan kabar terakhir diinformasikan bahwa terjadi kecelakaan maut yang merengut 7 nyawa penumpang sekaligus setelah dengan kecepatan tinggi menabrak mobil tangki truk yang parkir dipinggir jalan.

5. Geurutee

Geurutee merupakan daerah rawan yang memiliki tikungan tajam dan tebing yang curam. Daerah yang juga terletak di jalan Banda Aceh-Calang ini kerap menimbulkan tragedi kecelakaan walaupun pengendara tidak terlalu tinggi membawa kendaraannya. Faktor badan jalan yang sempit diduga menjadi penyebab utama lokasi ini sangat rawan dan harus diwaspadai. Belum lagi jika cuaca buruk dan angin kencang, menjadikan daerah tersebut semakin licin dan berbahaya.