Awas! Jangan Lakukan Ini dalam Tes CPNS

0
Source: griagowes.com

1. Mencontek

Mencontek merupakan tindakan yang tidak terpuji dan harus dihindari saat ujian tes CPNS dilaksanakan. Bagi yang beranggapan bahwa mencontek dapat memberi kelulusan, maka itu adalah sebuah kesalahan besar. Sebab, peserta yang lulus adalah mereka yang berada pada posisi terbaik bukan yang sudah memiliki tanda-tanda kekurangan, salah satunya dengan mencontek di fase seleksi. Selain itu, pihak yang dicontek saat ujian juga belum tentu sosok yang memiliki kapasistas untuk lulus. Adapun bila mencontek melalui smartphone (google), dengan begitu banyak jumlah soal, peserta dipastikan tidak akan mampu mengejar deadline waktu yang diberikan.

2. Sewa Joki

Joki merupakan gacup atau orang khusus yang disewakan untuk mengikuti seleksi tes. Secara intelektual joki merupakan oknum yang dipercaya memiliki kapasitas untuk menjawab berbagai materi yang diujiankan. Akan tetapi, pihak panitia pasti tidak akan tinggal diam dalam menghadapi fenomena tersebut. Berbagai mekanisme dan prosedur akan dilakukan guna memverifikasi biodata peserta sesaat sebelum memasuki ruang tes. Salah satunya adalah dengan penyesuaian foto diri yang diunggah ketika pendaftaran sebelumnya. Apabila memiliki perbedaan, maka akan memasuki ruang pemeriksaan berkala. Jika terbukti adalah orang yang berbeda, maka peserta akan didiskualifikasi bahkan berurusan dengan pihak kepolisian. Ingat! Sewa joki termasuk tindakan kriminal dan dapat diperkarakan ke pengadilan.

3. Kerjasama

Sebagian para pelaku curang masih percaya bahwa kerjasama dengan temannya dapat menutupi kekurangan hasil tes. Padahal, itu merupakan tindakan sia-sia, bahkan justru memperburuk hasil tes. Mengapa demikian? Sebab, jumlah soal, waktu, dan metode menjawab soal sudah dikemas sedemikian mungkin agar bentuk kerjasama tidak dapat dipakukan. Bila dilakukan, selain keamanan yang diperketat, pihak yang bekerjasama akan dipastikan tidak memiliki cukup waktu dalam menyelesaikan seluruh soal sembari berkomunikasi dengan pihak lain. Kalaupun ada salah seorang teman yang jenius, ia akan berpikir dua kali untuk melakukan tindakan terlarang tersebut. Karena itu bukan hanya merugikan waktunya melainkan juga dapat memperkecil peluang sang jenius untuk lulus.

4. Bantuan Dukun

Walaupun zaman sudah semakin maju dan modern, masih ada oknum tertentu yang menghabiskan uang dan keimanannya dengan membayar dukun agar lulus CPNS. Padahal, yang demikian itu merupakan permintaan yang secara kapasitas diluar jangkauan kemampuan dukun kendatipun sang dukun dipercaya memiliki jin atau sihir yang tinggi. Mengapa demikian? Sebab, secara logika, coba kita analisa, jika memang dukun mampu membuat seseorang lulus CPNS atau menjadi kaya, mengapa dukun itu sendiri membutuhkan uang yang diberikan? Itu tandanya, dukun tersebut belum tentu mampu meluluskan seseorang apalagi dengan persaingan yang begitu besar.

Selain itu, konon katanya, dukun atau jin dan semisalnya, lemah dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan tehnologi. Tuyul atau Babi Ngepet misalnya, mereka dipercaya bisa mengambil uang di rumah targetnya, namun faktanya mereka tidak bisa mengambil uang yang ada pada rekening bank. Buktinya, tidak pernah terdengar kasus bahwa perbankan kehilangan uangnnya diambil tuyul bukan? Jadi, hal-hal magis seperti dukun, tuyul, atau jin sudah tidak relevan dengan oerkembangan tehnologi, begitu juga dengan tes CPNS yang menggunakan tehnologi mesin CAT.