Awas! 4 Lokasi Paling Rawan Curanmor di Aceh

0
Source:

Meskipun Aceh dikenal sebagai negri syariat Islam, bukan berarti Aceh bebas dari segala bentuk tindak kriminalitas. Banyak faktor penyebab tindakan kriminal terjadi di Aceh, diantara sebabnya adalah kurangnya lapangan kerja, kesempatan, dan iman seorang pelaku kriminal yang masih goyah.                       

Di Aceh misalnya, angka kriminal masih terbilang tinggi. Hal tersebut karena lowongan kerja di Aceh masih belum mampu menampung para pengangguran di seluruh Aceh. Salah satu bentuk kriminalitas yang sering terjadi adalah pencurian sepeda motor (Curanmor).                       

Salah satu faktor mengapa sepeda motor dijadikan objek kriminal, bisa jadi karena harganya yang tergolong tinggi dan penjualannya mudah dilakukan. Berikut adalah lokasi di Aceh yang rawan terjadinya curanmor.                       

1. Mesjid                       

Walaupun mesjid adalah sarana ibadah dan tempat mendekatkan diri kepada Tuhan. Tak mengurangi kegilaan pelaku kriminal dalam melaksanakan aksi kejahatannya. Tercatat di Aceh, mesjid adalah lokasi yang paling sering terjadi pengaduaan kehilangan sepeda motor. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh keseriusan warga Aceh dalam beribadah sehingga tidak terlalu fokus dalam memperhatikan pencuri di sekitar atau dalam lingkungan mesjid.                       

Selain itu, pencurian sepeda motor di lingkungan mesjid terjadi ketika pemilik sedang asyik beribadah. Sementara bagi yang masbuk (telat) biasanya tidak terlalu peduli dengan oknum mencurigakan karena sedang buru-buru mengejar ketertinggalan sholat.                       

2. Kampus

Kampus adalah sasaran empuk kedua bagi para pelaku curanmor. Selain lokasinya yang padat, peliknya hidup merantau mahasiswa tak jarang mendesaknya untuk mencari jalan pintas dengan mencuri seoeda motor.                       

Selain itu, pemilik motor biasanya tidak akan melihat kendaraannya dalam beberapa jam ketika sedang masuk kelas. Belum lagi kelalaian para mahasiswa yang sering meninggalkan kunci motornya menjadikan para pelaku kriminal lebih mudah dan berniat untuk mencurinya.                        

3. Lokasi Parkir                       

Di Aceh, kesalahan pemilik motor sering terjadi karena merasa aman bahwa kendaraannya di bawah pengawasan tukang parkir. Hati-hati, juru parkir juga manusia biasa yang bisa saja muncul minat gelapnya ketika melihat motor yang berpotensi di curi.                       

Maaf, bukannya penulis suuzon terhadap juru parkir. Tapi penulis pernah menemukan beberapa perkara pencurian motor dilakukan atas dasar kerja sama antara pelaku dan tukang parkir.                       

Meskipun tak semua juru parkir berhati busuk. Tidak ada salahnya jika waspada. Gunakanlah kunci ganda agar kendaraan lebih aman dan terjaga.                       

4. Rumah Kos

Pencurian di kos mahasiswa sering terjadi akibat kelalaian mahasiswa yang besangkutan. Bagaimana tidak, rumah kos mahasiswa biasanya terdiri dari 3 orang atau lebih dalam satu rumah. Sementata ruang parkirnya adalah satu tempat yang dipakai bersama. Diantara anak kos tidak selalu semuanya teratur pulang, sehingga tak jarang pintu tak terkunci dan mengundang maling mudah masuk.                       

Selain itu, para mahasiswa diminta berhati-hati kepada teman kos apalagi yang tidak bisa dipercayai. Jangan sembarang meminjamkan kuci motor anda pada teman, karena ahli duplikat kunci bisa mengkopi kunci anda dengan mudah. Bila kunci anda sudah diduplikat, maka akan mudah di curi apabila anda tidak berada didekat sepeda motor anda.