Benarkah 2 Saksi Perempuan = 1 Saksi Laki-Laki?

0
Source:

Menurut Zakir Naik, dalam Islam, 2 saksi perempuan tidak sama dengan saksi satu laki-laki. Dalam semua kasus, dua saksi perempuan tidak sama dengan satu orang saksi, hanya dalam kasus tertentu. Setidaknya ada 5 ayat dalam Al Qur'an, yang berbicara tentang para saksi, tanpa menyebutkan laki-laki atau perempuan.

Di satu tempat ada indikasi, di mana dua saksi perempuan setara dengan satu saksi manusia, dan itu ada di Surat Al-Baqarah (2), ayat 282, yang kebetulan merupakan ayat terpanjang dari Al Qur'an. Dikatakan bahwa;

'Bila Anda terlibat dalam transaksi keuangan, di mana kepentingan masa depan ada di sana, jabarkan mereka secara tertulis, dan ambil 2 saksi di antara laki-laki'.

Jika Anda tidak dapat menemukan 2 orang saksi, bawa satu orang lelaki, dan 2 wanita, sehingga jika salah satu dari mereka menjadi bingung, yang lain akan mengingatkannya.

Pada ayat ini, (Al-Baqarah: 282), hanya membahas aspek keuangan. Hanya dalam aspek keuangan dikatakan bahwa mengajak 2 orang sebagai saksi, lebih baik.

Hanya jika Anda tidak dapat menemukan 2 pria sebagai saksi, maka ambil satu orang, dan 2 wanita. Izinkan saya memberi contoh, untuk memberi pemahaman yang lebih baik.

Misalkan seseorang ingin menjalani pembedahan, dia ingin menjalani operasi. Normalnya ia lebih suka menerima saran dari 2 ahli bedah yang berkualitas. Jika dia tidak dapat menemukan 2 ahli bedah yang berkualitas, dia akan menerima saran dari salah satu ahli bedah yang berkualitas, setidaknya didukung oleh 2 dokter umum biasa, yang telah mendapat gelar  M.B.B.S., karena ahli bedah lebih berkualitas di bidang pembedahan, dibandingkan dengan dokter umum.

Dengan cara yang sama, berhubung dalam Islam tanggung jawab masalah keuangan berada di pundak lelaki, saksi keuangan lebih baik yang berasal di bidang keuangan yakni lelaki dibandingkan dengan wanita - Itulah mengapa pilihan terbaik untuk para saksi transaksi keuangan adalah 2 orang laki-laki.

Jika Anda tidak dapat menemukan 2 pria, maka satu pria dan 2 wanita. Jika Anda membaca di Surah Al-Maidah (5), ayat 106, mengatakan bahwa; 'Siapapun yang menulis surat wasiat, mengambil dua orang lelaki sebagai saksi' – lagi-lagi berurusan dengan transaksi keuangan, lelaki lebih diutamakan.

Beberapa ahli fikih mengatakan; 'Bahkan saat memberi kesaksian dalam kasus pembunuhan, sifat feminin dapat menghalangi wanita, dan dia mungkin merasa takut dalam kasus pembunuhan. Itulah mengapa bahkan dalam kasus pembunuhan, 2 saksi perempuan sama dengan satu saksi laki-laki.

Hanya di dalam 2 kondisi ini, keuangan dan kasus pembunuhan, dua saksi perempuan, setara dengan satu orang lelaki. Beberapa ulama mengatakan, tidak! Islam mengatakan, satu tempat di Surat Al-Baqrah (2), ayat 282, bahwa; “Dua wanita sama dengan satu orang' - Karena itu dalam segala situasi 2 wanita selalu setara dengan satu lelaki ".

Mari kita analisa, sebagaimana yang saya katakana sebelumnya, kita harus menganalisa Al-Qur’an secara keseluruhan. Jika anda membaca surat An-Nur (24) ayat 6 menjelaskan; “Jika ada di antara kalian yang mengajukan tuntutan terhadap pasangan anda, dan jika mereka tidak memiliki bukti, jika mereka tidak memiliki bukti, bukti tunggal sudah mencukupi.”

Berarti, jika seorang suami ingin mengajukan tuduhan terhadap istri, istri harus mengajukan tuntutan terhadap suami. Jika mereka tidak memiliki saksi, bukti tunggal masing-masing mereka sudah mencukupi. Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa seorang saksi wanita, setara dengan satu saksi laki-laki.

Ada beberapa kasus, dimana para fuqaha sepakat bahwa bahkan dalam kasus penampakan bulan, satu saksi wanita sudah cukup. Beberapa fuqaha mengatakan bahwa; 'Di awal Ramadan, satu saksi diminta - Di akhir Ramadan, dua saksi diwajibkan - tidak ada bedanya, apakah mereka pria atau wanita.

Ada kasus tertentu dimana saksi dari laki-laki tidak dapat diterima, hanya saksi wanita yang diterima. Semua menunggu jawabannya? Misalkan Anda ingin memberi kesaksian untuk pemandian jenazah wanita - Setelah seorang wanita meninggal, saksi untuk mandi pemakaman, hanya bisa diberikan oleh seorang wanita. Dan hanya dalam kasus yang ekstrem, saat anda tidak dapat menemukan wanita, maka dibolehkan lelaki memberian saksi. Pada konteks ini, saksi wanita lebih diutamakan.