Benarkah Memakai Cadar Bisa Mubah, Wajib, bahkan Haram?

0
Source: http://ahlulbaitrasulullah.blogspot.co.id

Dasarnya hukum memakai cadar adalah mubah. Hal tersebut berkaitan dengan hadis nabi yang menjelaskan bahwa bagian tubuh wanita yang boleh tampak adalah wajah dan telapak tangan.

...Sesungguhnya wanita jika sudah baligh maka tidak boleh nampak dari anggota badannya kecuali ini dan ini (nabi mengisyaratkan ke muka dan telapak tangan).[HR. Abu Dawud, no. 4104 dan al-Baihaqi, no. 3218]

Namun hukum cadar bisa berubah tergantung kondisi dan keadaan. Ia bisa menjadi wajib apabila kecantikan seorang wanita dapat mengundang mudarat bagi dirinya atau orang lain. Sebagai contoh, jika ada seorang wanita cantik jelita berjalan dipinggir jalan dan akibat kecantikannya yang luar biasa mengakibatkan pengemudi pria tidak fokus berkendara dan berpotensi terjadi kecelakaan, maka wanita tersebut diwajibkan mengenakan cadar. Contoh lain, apabila wajah seorang wanita mengundang syahwat lelaki yang melihatnya maka ia diwajibkan menutup wajahnya dengan cadar. Jadi apabila wajah cantik dapat menimbulkan kerusakan, maka ia harus ditutupi salah satunya dengan cadar.

Dan, janganlah kamu berbuat kerusuhan di muka bumi sesudah perbaikannya,  dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh  harap. Sesungguhnya, rahmat Allah swt. dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. Al-A’raaf: 57)

Selain wajib, memakai cadar ada kalanya menjadi haram. Ini juga berkaitan dengan kondisi dan keadaan lingkungannya khususnya jika memakai cadar justru mendatangkan mudarat bagi sipemakai atau orang lain. Dalam kajian fiqh, menolak mudharat (bahaya) lebih didahulukan dari mengambil manfaat.  Walau memakai cadar memiliki manfaat namun jika ia juga berpotensi mendatangkan mudarat maka ia lebih baik ditinggalkan. Sebagai contoh, jika disuatu daerah sedang dihebohkan dengan aktivitas pencuri yang memakai cadar dan meresahkan masyarakat. Posisi wanita diharamkan memakai cadar agar tidak mengundang keresahan atau mengundang fitnah terhadapnya.

Allah Swt berfirman yang artinya; ”Dan peliharalah dirimu dari pada fitnah (siksaan) yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya.” (Al-Anfaal 25)

Ini adalah salah satu contoh dari beberapa hukum Islam yang dapat berubah sesuai penempatannya. Masih banyak kondisi lain yang bisa merubah ketentuan hukum dan perkara tergantung keadaan dan kondisinya. Islam adalah agama rahmatan lil alamin, menjadi rahmat bagi semesta alam, tidak mungkin Islam datang untuk mempersulit manusia seperti ketentuan dalam mengenakan cadar.