Bolehkah Wanita Muslimah Bekerja?

0
Source: pesantrenonline.or.id

Berbicara tentang pekerjaan, tentunya berawal dari permasalahan ekonomi. Seorang perempuan Muslim dewasa dapat memiliki, dapat menggunakan atau menolak salah satu hartanya tanpa berkonsultasi dengan siapapun, terlepas dari apakah dia sudah menikah atau belum.

Pada tahun 1870, pertama kalinya di Inggris, bahwa Barat mengakui hak-hak wanita yang sudah menikah, di mana dia diizinkan untuk memiliki atau menggunakan harta miliknya tanpa konsultasi. Seorang wanita dalam Islam, jika dia ingin bekerja dia bisa bekerja. Tidak ada teks dalam Al-Qur'an atau hadis asli yang mencegah atau membuatnya dilarang untuk melakukan pekerjaan apapun, asalkan tidak melanggar hukum, selama itu dalam pratinjau Syariah Islam dan selama ia tetap mengenakan busana Islami.

Tapi, dia tidak bisa menerima pekerjaan, yang menunjukkan kecantikan dan tubuhnya - Seperti misalnya pemodelan dan akting film, dan jenis pekerjaan semacam itu. Banyak profesi dan pekerjaan yang dilarang untuk wanita, dan juga dilarang untuk pria, misalnya melayani atau memperjual belikan minuman keras, bekerja di tempat perjudian, melakukan bisnis yang tidak etis atau tidak jujur. Semua pekerjaan ini dilarang bagi  pria dan wanita.

Sebuah masyarakat Islam yang sejati mengharuskan wanita untuk mengambil profesi seperti dokter. Islam membutuhkan ahli ginekologi (penyakit dalam) wanita, Islam juga memerlukan perawat wanita, serta guru wanita. Meskipun begitu, seorang wanita dalam Islam tidak memiliki kewajiban finansial. Kewajiban keuangan diletakkan di pundak suami. Oleh karena itu dia tidak wajib bekerja untuk penghidupannya. Tapi dalam kasus dilapangan, apabila ada krisis keuangan, dimana tidak menemukan solusi lain, maka wanita memiliki pilihan untuk bekerja. Di sini juga, tidak ada yang bisa memaksanya untuk bekerja. Wanita bekerja dari kehendak bebas (mutlak) nya sendiri.

Selain profesi di atas, wanita juga bisa bekerja di rumah dan menjahit, dia bisa menyulam bordir, dia bisa melakukan tembikar, dia bisa membuat keranjang dan lain-lain. Wanita juga diperbolehkan bekerja di pabrik dan industri kecil, di mana, yang telah dirancang khusus untuk para wanita. Wanita juga bisa bekerja di tempat-tempat yang menerapkan lokasi wanita yag terpisah dengan lelaki, karena Islam tidak setuju dengan adanya percampuran lelaki dan wanita. Mereka juga bisa melakukan bisnis, dan juga boleh melakukan transaksi dengan pria asing, dengan didampingi muhrimnya, dia harus melakukannya melalui seorang ayah atau saudara laki-laki atau suami atau anak laki-lakinya.

Contoh terbaik adalah Siti Khadijah, yang merupakan istri Nabi tercinta kita Muhammad Saw. Ia adalah salah satu wanita bisnis paling sukses di zamannya dan dia melakukan transaksi melalui suaminya, Nabi Muhammad Saw.