Dunia Negri Dongeng Anak yang Harus Dipahami Orang Tua

0
Source: beritagar.id

Secara normal, anak memiliki psikologi dan karakternya sendiri dalam bersikap dan bertindak. Ketika usia anak berkisar antara 3 sampai 7 tahun ia masih memiliki dunianya sendiri yang disebut dengan the fairy tale stage atau dikenal dengan dunia negri dongeng. Pada fase ini seorang anak dinilai sebagai mesin peniru paling hebat didunia.

Coba perhatikan sekeliling kita, jika anak seusia tersebut melihat mobil dijalan, maka dengan segala imaginasinya ia akan menjadikan kursi tamu seolah menyetir mobil didalam rumah. Ada juga yang ketika ia melihat kuda di televisi maka ia akan menjadikan punggung ayah, abang, atau pembantunya sebagai mediasi bermain kuda-kudaan.

Jika ingin menilai bagaimana situasi didalam sebuah keluarga, ternyata dapat dilihat dari anak-anak usia tersebut. Apabila anak memiliki moral yang baik dan santun berarti baik pula lingkungan yanh ia dapat. Namun apabila seorang anak hiper aktif, suka berbicara kotor, kasar, dan tak bermoral, itu pertanda bahwa apa yang dilakukan oleh ayah, ibu, kakak dan kluarganya tak jauh berbeda.

Anak adalah cerminan orang tua. Jika ingin tahu bagaimana sikap orang tuanya maka dapat dilihat dari cara anaknya dalam bergaul.  Mendidik anak memang bukan perkara mudah, dibutuhkan keseriusan, kesabaran, dan metode yanh tepat. Dalam mendidik anak usia 3-7 tahun tidak cukup hanya edukasi saja, lebih dari itu orangtua harus memahami dunia si anak. Anak yang super aktif bukan berarti ia nakal, tapi bisa jadi kesalahan orangtuanya dalam memahami dunianya. Untuk itu, agar mendidik lebih efektif, orangtua diminta masuk kedalam dunia dongen anak bukan sebaliknya memaksa anak memahami dunia orang drwasa.

Sebagai contoh, jika ingin anak merasa akrab dengan sang ayah, maka sang ayah juga harus pinter berimajinasi dalam memainkan mainan anaknya. Ayah ikut dalam sekenario bermain yang mungkin bagi orang dewasa tampak konyol, namun bagi si anak itu adalah momen yang luar biasa. Dalam pengenalan tuhan misalnya, jangan paksakan tauhid yang kita pahami harus dipahami oleh sang anak diusianya yanh belum sepantasnya, ini fatal. Tapi jelaskanlah yang ringan-ringan dahulu.

Jika menjelaskan burung terbang misalnya, tidak cukup dengan kata-kata semata melainkan peragakan dengan tangan kita bahwa burung terbang dengan sayap. Apabila orangtua sudah bisa masuk kedunia dongeng anak, maka metode pendidikan yang disampaikan akan lebih efektif dan menarik dimata sang anak.