Geulayang Tunang, Tradisi yang Sudah Lama Eksis di Aceh

0
Source:

Aceh memang daerah sejuta pesona dan tradisi. Bukan hanya dalam konteks keagamaan, dalam sisi budayanya yang masih kental akan unsur tradisionalis juga kerap diwarnai oleh berbagai unsur yang sangat menarik bila ditelusuri. Salah satunya adalah lomba menaikkan layangan yang dikenal dengan ‘Tunang Layang’ atau kadang disebut 'Geulayang Tunang'.

Dalam bingkai sejarah, lomba layangan sudah lama menjadi kebiasaan dan tradisi masyarakat Aceh bahkan tercatat lomba yang satu ini sudah terlebih dahulu ada sebelum nusantara terbentuk.

Tunang layang merupakan gelaran lomba masyarakat Aceh yang biasanya dilakukan setelah masyarakat selesai memanen padi di sawah. Adapun alasan mengapa perlombaan ini dilakukan pada musim pasca panen, adalah karena pada saat ini biasanya musim kemarau tiba dan sawah kering tak berair. Meskipun di Aceh terdapat beragam jenis dan tipe layangan, namun layangan yang diperbolehkan mengikuti perlombaan adalah jenis layangan Aceh.

Nama tunang sendiri diambil dari spesifikasi syarat kemenangan dalam perlombaan, di mana siapa yang layangannya paling tegak atau lebih dahulu tegak, maka dialah pemenangnya. Adapun syarat perlombaan harus memiliki ukuran panjang benang yang sama sedangkan besar layangan bebas tergantung motif dan strategi masing-masing. Ketika lomba dimulai, layangan harus dinaikkan secara sekaligus (bersama-sama) dengan batas waktu yang diberikan. Pemenang akan dinilai berdasarkan layangan yang posisinya paling tegak. Apabila peserta belum bisa menaikkan layangan atau menghabiskan panjang tali yang diberikan selama tempo waktu yang diberikan, maka peserta secara teknis dianggap gugur.

Lomba ini selain unik juga dinilai sangat menarik. Banyak para penonton dan para wisatawan berkunjung menonton adegan menghibur ini, Banyaknya layangan yang akan diterbangkan dalam satu kesempatan merupakan momen yang jarang ditemukan selain dalam festival atau perlombaan. Hadiah yang diberikan oleh panitia juga tidak kalah menarik dan memotivasi peserta, sebab hadiah bukan hanya ada untuk peserta lomba melainkan juga diberikan bagi para penonton yang berhasil menemukan layangan yang jatuh akibat putus dalam proses perlombaan.