Gunongan: Berwisata Sekaligus Melihat Bukti Kerajaan Sultan Iskandar Muda

0
Source: 2.bp.blogspot.com

Berwisata sebenarnya tidak perlu dan tidak harus selalu pergi ke pantai, wahana wahana permainan, mall, dan lain sebagainya. Berwisata religi atau sejarah seperti yang satu ini juga baik untuk mengenang kejadian kejadian di masa lalu, juga memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih untuk kita. Selain itu, juga agar kita lebih mengetahui peristiwa peristiwa yang pernah terjadi dimasa lampau. Berlibur dan berwisata yang penting membuat pikiran kita jernih dan segar kembali, menghilangkan penat sesaat dari rutinitas dan kegiatan sehari hari. berwisata religi seperti ini juga tidak akan menguras biaya yang besar, selain itu kita akan lebih mengenal tentang sejarah negri kita sendiri.

Seperti yang satu ini di Banda Aceh memiliki saksi bisu kerajaan Sultan Iskandar Muda, yaitu bangunan utuh yang memiliki nilai sejarah pada masa nya. Bangunan ini bernama Gunongan. Objek wisata ini cukup terkenal dan cukup banyak didatangi wisatawan untuk menyaksikan sendiri bangunan atau objek peninggalan masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda ini.

Gunongan juga merupakan bukti kekuatan cinta sang raja, yaitu Sultan Iskandar Muda, terhadap permaisurinya yang sangat cantik jelita yaitu Putri Phang. Putri Phang berasal dari Pahang, Malaysia. Setiap kali, beliau selalu teringat akan kampung halamannya dan merasa kesepian karena sang raja sibuk mengurusi pemerintahan.

Gunongan dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda yang memerintah tahun 1607-1636. Pada masa itu, pada tahun 1613 dan tahun 1615 melalui penyerangan dengan kekuatan ekspedisi Aceh 20.000 tentara laut dan darat, Sultan Iskandar Muda berhasil menaklukkan Kerajaan Johor dan Kerajaan Pahang di Semenanjung Utara Melayu. Sebagaimana tradisi pada zaman dahulu, kerajaan yang kalah perang harus menyerahkan glondong pengareng-areng (pampasan perang), upeti dan pajak tahunan. Disamping itu juga harus menyerahkan putri kerajaan untuk diboyong sebagai tanda takluk. Putri boyongan itu biasanya diperistri oleh raja dengan tujuan untuk mempererat tali persaudaraan dari kerajaan yang ditaklukkannya, sehingga kerajaan pemenang menjadi semakin besar dan semakin kuat kedudukannya.

Penaklukan Kerajaan Johor dan Kerajaan Pahang di Semenanjung Melayu berpengaruh besar terhadap diri Iskandar Muda. Putri boyongan dari Pahang yang sangat cantik parasnya dan halus budi bahasanya membuat Sultan Iskandar Muda jatuh cinta dan menjadikannya sebagai permaisuri. Demi cintanya yang sangat besar, Sultan Iskandar Muda bersedia memenuhi permintaan permaisurinya untuk membangun sebuah taman sari yang sangat indah, lengkap dengan Gunongan sebagai tempat untuk menghibur diri agar kerinduan sang permaisuri pada suasana pegunungan di tempat asalnya terpenuhi. Selain sebagai tempat bercengkrama, Gunongan juga digunakan sebagai tempat berganti pakaian permaisuri setelah mandi di sungai yang mengalir ditengah-tengah istana Brakel (1975) melukiskan dalam Bustan, gunongan ini dikenal sebagai gegunungan dari kata Melayu gunung dengan menambahkan akhiran ‘an’ yang melahirkan arti “bangunan seperti gunung” atau “simbol gunung”. Jadi gunongan adalah simbol gunung yang merupakan bagian dari taman-taman istana Kesultanan Aceh.

Gunongan terletak di jalan Teuku Umar, berhadapan dengan makam serdadu dari Belanda yang bernama Kerkoff. Gunongan bukanlah bangunan yang begitu besar, hanya merupakan bangunan berbentuk segi enam yang terdiri dari tiga lantai yang lantai paling atas adalah sebuah bentuk mahkota yang berdiri dengan indah dipuncak bangunan tersebut.

Gunongan ini terbuka untuk umum, yang dibuka dari jam 7.00-18.00 WIB. Tempat ini ramai dikunjungi terutama pada sore hari atau hari-hari libur. Disini terdapat pula kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala yang mengelola bangunan, situs bersejarah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra.


Sumber: tendasejarah.com