Haruskah Kita Mengetahui, Apa yang Dilakukan Pengemis dengan Uang yang Kita Berikan?

0
Source: kaltim.prokal.co

Dizaman serba edan dimasa sekarang ini, apa saja bisa terjadi. Salah satunya adalah para pengemis yang diklaim mendepositokan uang hasil meminta-mintanya ke bank. Lebih peliknya lagi, para pemberi sedekah mulai menyadari ternyata uang pengemis yang meminta lebih banyak dari yang dipinta. Menghadapi fenomena sosial ini, apakah perlu kiranya kita mengetahui bahkan kalau perlu menyelidiki apakah pengemis itu benar-benar miskin, atau untuk apa uang hasil ngemisnya?

Menanggapi kronologi tersebut, ada kisah menarik yang bisa diambil pelajaran. Pada masa Rasulullah Saw silam,  ada seorang laki-laki miskin mendatangi Aisyah untuk meminta sedekah. Aisyah memberikannya, kemudian meminta kepada pembantunya Barirah untuk mengikuti laki-laki tersebut. Itu dilakukan  untuk menyelidiki apakah lelaki itu benar-benar miskin atau hanya pura-pura miskin, kemudian digunakan untuk apa uang hasil sedekah yang diberikan sebelumnya.

Kejadian itu diketahui Rasulullah, Rasulpun menegur Aisyah; “ Jangan kau berhitung dalam memberi sedekah karena Allahpun tidak pernah berhitung dalam memberikan rezeki kepada kita “ (HR.Nasa’i, Ahmad dan Haitsami, Ibnu Hibban)

Dari hadis dan asbabul Wuruz diatas, dapat dipahami bahwa sebagai oknum yang ingin memberi sedekah tidak harus kita mencari tahu, fikir-fikir, bahkan menyelidiki uang atau sedekah yang telah kita berikan kepada para pengemis. Sebab salah satu syarat sedekah itu sampai kepada Allah adalah dengan niat yang ikhlas, dan syarat ikhlas adalah tidak mengingat lagi apa yang sudah kita berikan buat orang lain. Kita serahkan selanjutnya kepada Allah tanpa harus melakukan tindakan yang dapat mengurangi bobot pahala kita. Menanggapi tentang kenyataan para pengemis yang mendepositokan uangnya ke Bank, itu adalah urusan pengemis itu dengan Tuhannya. Layak atau tidaknya ia mengemis, ia akan mempertanggung jawabkannya kelak tanpa harus kita terlibat didalamnya.

Dalam riwayat yang lain Rasulullah juga bersabda: “ Wahai Aisyah, berlindunglah dari api neraka (kebangkrutan) meski hanya dengan bersedekah separuh biji korma, sungguh separuh biji korma itu mengisi perut orang yang lapar sama seperti ia mengisi perut orang yang kenyang “ (artinya walau separuh biji korma itu sudah cukup mengenyangkan bagi orang-orang yang sedang kelaparan) (R.Ahmad dan Mundziri )

Kesimpulannya, memberi sedekah tidak harus sesuatu yang mahal, banyak, atau besar. Sedekah juga bisa diberikan dengan hal yang kecil, sebab sekecil apapun barang yang kita sedekahkan akan bernilai besar khususnya bagi mereka pihak yang membutuhkan. Subhanallah.