Ingin Anak Fokus Belajar? Pilihlah Sekolah Unisex

0
Source: tna.fatih.sch.id

Sekolah ‘Unisex’ merupakan pengistilahan khusus bagi sekolah yang memisahkan antara lelaki dan perempuan dalam satu kelas atau asrama. Unisex lazimnya adalah lawan dari Co-education (Co-Ed) yang merupakan sekolah dimana lelaki dan perempuan belajar bersama-sama.

Sejatinya dalam Islam, ternyata lelaki dan perempuan tidak bisa beajar bersama disekolah. Laporan yang tercatat disejarah dunia, survei membuktikan bahwa; 'Hasil keseluruhan sekolah Unisex, jauh lebih baik daripada Sekolah Co-Ed.'

Ketika wawancara diambil dari para guru, mereka mengatakan bahwa; 'Siswa di sekolah Unisex, lebih fokus belajar dari pada Sekolah Co-Ed. Ketika wawancara dengan siswa diambil, mereka lebih suka belajar di Sekolah Co-Ed dari pada sekolah Unisex, survei membuktikan bahwa; orang-orang di Sekolah Co-Ed, menghabiskan lebih banyak waktu untuk berfikir menjadi populer bagi lawan jenisnya dari pada fokus belajar-mengajar.

Menurut laporan Amerika, dikatakan bahwa; 'Gadis-gadis di sekolah, menghabiskan lebih banyak waktu untuk menjalin hubungan seks terlarang dengan teman sekelasnya, daripada mendapatkan pengetahuan dari para guru.' Di India, hal yang sama terjadi, hanya berbeda pada intenstasnya apakah lebih besar atau lebih kecil.

Mari kita menganalisis laki-laki dan perempuan bersama-sama di perguruan tinggi dan universitas. Karena pada umumnya problema diatas cenderung terjadi pada perguruan tinggi. Menurut sebuah laporan 'News Week' yang terbit pada tanggal 17 Maret 1980, di halaman 50, dikatakan bahwa; Telah terjadi penyerangan seksual terhadap wanita di universitas. Penulis tidak akan mengulangi sejarah lengkap laporan itu,, tapi yang utama adalah, bahwa; 'Dosen dan Profesor - mereka memaksa wanita tersebut melakukan pelecehan seksual, dengan imbalan nilai yang lebih baik.’

Hal yang sama terjadi di India, di Bombay. Setelah digoda oleh hasrat seksual, secara alami konsentrasi pada pendidikan menjadi rendah. Menurut sebuah laporan yang datang, di Times of India pada tanggal 26 Agustus, ia mengulangi laporan New York Times. Dikatakan bahwa; 25% wanita yang pergi ke sekolah dan universitas di Amerika, diperkosa.

Di Indonesia mungkin intensitasnya tidak setinggi negara Amerika dan India, akan tetapi tetap saja sekolah Co-Ed memberikan dampak negatif salah satunya terbaginya fokus siswa dalam belajar. Siswa akan sibuk berfikir mendapat perhatian lawan jenis di kelas, asik berpacaran, berpenampilan menarik, dan hal buruk lainnya yang tentu saja menyita banyak waktu untuk belajar-mengajar.