Jerman Layak Menjadi Kiblat Kebersihan Orang Aceh

0
Source: id.aliexpress.com

Kita tahu, secara konstitusi Aceh memang berbeda dengan Jerman. Jerman merupakan salah satu negara termaju di Eropa bahkan di dunia. Sedangkan Aceh merupakan salah satu provinsi dari NKRI. Namun, tidak ada salahnya jika kita menyandingkannya untuk menarik hikmah dari perbedaan tersebut. Semoga saja dapat mengispirasi sehingga Aceh dapat lebih baik kedepannya.

1. Kebersihan

Aceh merupakan daerah dengan label syariat Islam di Indonesia. Bahkan sisi spiritual Aceh diklaim tinggi dibandingkan warga lain di Indonesia bahkan di mata negara-negara tetangga. Akan tetapi, jika berbicara soal kebersihan, Aceh masih tertinggal jauh dengan Jerman. Padahal, Islam mengajarkan bahwa 'kebersihan itu sebagian dari iman'. Sebab tanpa kebersihan dan kesucian, ibadah seorang hamba akan tertolak di mata sang Khaliq. Jika berangkat dari ajaran Islam, seharusnya Aceh lebih bersih dibanding Jerman. Begitu juga dengan negara Islam, seharusnya lebih bersih dari negara-negara Eropa yang mayoritas penduduknya adalah non-muslim.

Hal ini sesuai dengan pendapat salah satu ulama mesir yang mengatakan; "Ketika aku ke Eropa, aku tidak menemukan muslim namun banyak Islam disana, dan ketika aku ke Mesir, aku menemukan banyak muslim namun tidak menemukan Islam didalamnya."

2. Jerman Mengambil Sampah dari Sungai, Aceh Membuang Sampah ke Sungai

Masih seputar kebersihan, negara Eropa seperti jerman memang layak ditiru oleh Aceh. Ketika mereka menggelar piala dunia pada 2001 silam, dunia dapat melihat bahwa sungai-sungai disana begitu jernih dan bersih. Para masyarakat dan pihak kebersihan bekerjasama dalam mengambil sehelai sampahpun mengapung di atasnya.

Berbeda dengan masyarakat Aceh, pada umunya sungai justru merupakan tempat pembuangan limbah dan sampah. Tidak mengherankan jika sungai di Aceh tampak jorok dan merupakan sumber penyakit.  Pemerintah juga sudah berulang kali mebegaskan agar menjaga kebersihan dan kesehatan air sungai, namun jika itu tidak di ikuti dengan kesadaran masyarakat maka semua hanya mimpi semata.

3. Jerman Menanam Hutan, Aceh Menebang Hutan

Sebagai negara yang mengerti akan pentingnya penghijauan dan lingkungan asri, Jerman sering menggalakan penanaman pohin atau lingkungan hutan-hutan buatan di sekitar negaranya. Kendatipun tidak memiliki iklim subur seperti Aceh, sedemikian cara mereka lakukan agar penghijauan tetap digalakkan. Salah satunya dengan membudidayakan tanaman hidrolik yang tak membutuhkan tanah yang beriklim baik.

Sementara di Aceh, hutan kerap menjadi illegal logging. Hutan digunduli oleh pihak tak bertanggung jawab untuk mengambil sumber kayunya. Lebih parah lagi, baru-baru ini hutan di Aceh juga terbakar hingga menghanguskan behitu luas hutan yang seharusnya menjadi bagian dari paru-paru dunia.