Ini Sebab Mengapa Calon Jamaah Haji yang Meninggal Tidak Bisa Digantikan Keluarganya?

0
Source: jurnal-haji.blogspot.co.id

Setiap menjelang bulan Zulhijjah, umat Islam akan dihebohkan dengan sebuah agenda besar yakni Naik Haji ke Baitullah. Begitu antusiasnya umat muslim dalam menunaikan rukun Islam yang ke-5 ini hingga quota penerimaan haji dibatasi 10% dari totalitas penduduk muslim disuatu negara.

Indonesia adalah negara dengan pemeluk agama Islam terbanyak di dunia. Efek dari quota yang dibatasi membuat jamaah haji Indonesia harus sabar menunggu dipapan antri hingga bertahun-tahun lamanya. Bahkan untuk saat ini daftar tunggu bisa mencapai 10 tahun lebih jika mendaftar tahun ini, subhanallah.

Begitu lamanya daftar tunggu yang ada pada quota penerimaan haji, tentu saja sebuah keniscayaan apabila ada calon jamaah haji yang terlebih dahulu meninggal dunia sebelum keberangkatan. Bagi pihak keluarga yang ditinggalkan tentu berharap bahwa daftar tunggu almarhum dapat digantikan oleh perwakilan keluarga pula. Akan tetapi, dalam situasi yang demikian pihak Kementrian Agama sudah memutuskan bahwa hal tersebut tidak bisa diwujudkan. Calon jamaah haji yang meninggal dunia akan dibatalkan keberangkatannya dan daftar tunggu dibawahnya akan naik menggantikannya. Tentu saja segala bentuk biaya yang sudah dilakukan akan dikembalikan kepada ahli waris.

Beberapa diantara masyarakat terkadang ada yang nekad untuk menggantikan nama calon jamaah yang meninggal tanpa konfirmasi kepada pihak administrasi. Hal inilah yang kemudian sering kita temukan adanya jamaah haji ilegal yang pada akhirnya juga dibatalkan keberangkatannya. Tidak hanya itu, calon ilegal tersebut akan diproses oleh pihak panitia bahkan bisa berurusan dengan penegak hukum.

Lantas, apa sebab mengapa pihak keluarga tidak boleh menggantikan calon jamaah haji yang meninggal dunia?

Secara administrasi ketidakbolehan pergantian sudah ditetapkan oleh managemen penyelenggara haji, atau lebih tinggi adalah ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Kementrian Agama Indonesia. Adapun pertimbangan utama mengapa ketentuan itu diambil adalah untuk menghargai daftar tunggu calon jemaah haji lain terutama daftar tunggu dibawahnya. Seperti kita ketahui, daftar tunggu jamaah haji mencapai angka yang luar biasa. Ia bisa berlangsung selama 10 tahun bahkan ada yang 20 tahun. Dengan adanya pergantian calon jamaah oleh keluarga, meskipun faktor meninggal dunia, hal tersebut dianggap tidak adil bagi jemaah lain sebab pengganti tersebut tidak merasakan lamanya daftar tunggu seperti jamaah lainnya. Haji adalah ritual keagamaan yang suci, jadi keadilan sekecil apapun akan diupayakan demi keberkahan bersama.