Ini Sebab Mengapa Menyemangati Diri Itu Perlu

0
Source:

Dalam dunia medis, jika seorang pasien akan menjalani oprasi sekala besar. Dimana sudah mempertaruhkan kehidupan dan kematian, jika pasien sadar sebelum dioprasi, maka ia akan mendapat motivasi dari dokter yang bersangkutan. Lazimnya, dokter akan menanyakan; “Apa anda punya anak? Atau apa anda punya cucu? Bisa saya lihat fotonya? Coba lihat dia, manis bukan? Anda pasti bisa selamat, berjuanglah untuk bisa melihat mereka kembali.”

Motivasi dan semangat ternyata secara saintis dapat memacu andrenalin untuk membuat fisik manusia bekerja lebih baik dan terkadang melampaui batas normal. Semangat juga sangat efektif dalam memacu seorang pasien agar cepat sembuh dari penyakit yang dialaminya. Secara kuantitas juga terbukti, orang yang senantiasa semangat dalam menjalani hidupnya akan lebih sehat dan tidak gampang sakit dibanding orang yang murung dan sering bersedih. Ini menunjukkan betapa pentingnya motivasi dan semangat bagi diri seseorang.

Masaru Emoto dalam bukunya Messege From Water (pesan dari air) menjelaskan bahwa air memiliki pola-pola tertentu (kristalisasi) apabila didengarkan oleh berbagai suara. Ketika disebutkan hal-hal yang positif seperti; kamu baik, kamu pintar, kamu pasti bisa, berjuanglah, cinta, semangat, dan lain-lain, maka kristalisasi air yang dilihat melalui alat khusus akan tampak indah dan bercahaya.

Sebaliknya, jika disebutkan kata-kata buruk seperti; kamu bodoh, kamu pasti gagal, kamu jelek, aku benci kamu dan lain-lain,  maka kristalisasi yang indah sebelumnya akan hancur dan tidak terbentuk corak apapun. Dan dari semua jenis air, yang paling indah menurut peneliti asal Jepang ini adalah air Zam-Zam yang ada di Mekkah mukkaromah. Alasannya adalah karena air tersebut sangat sering mendengar hal-hal baik, khususnya para jemaah haji yang berdoa.

Nah apa hubungannya air dengan manusia? Tentu saja erat kaitannya. Menurut sains sekitar 70 persen tubuh manusia terdiri dari air (ion). Sehingga apabila seorang manusia mendapat pujian maka terbentuknya kristalisasi pada unsur didalam dirinya akan memicu manusia untuk menjadi lebih sehat, lebih kuat, dan bersemangat. Sebaliknya, apabila manusia sering dihina, dimaki, atau mendengarkan hal buruk lainnya, maka akan menyebabkan dirinya mudah kecewa, patah semangat, dan gampang sakit.

Melihat realitas diatas, ternyata sangat urgentif bagi manusia untuk memperoleh sumbangsi semangat dari orang lain. Namun jika tidak, menyemangati diri sendiri adalah solusinya. Sebab, siapa lagi yang selalu ada untuk diri kita kalau bukan kita sendiri. Jadilah karakter yang optimis dan menatap kedepan, senantiasa yakinkan dalam diri; “Aku pasti bisa, aku pasti sukses, aku akan berusaha.”