Inilah, Kenapa Islam Menganjurkan Untuk Tersenyum

0
Source: ilustrasi on google by oz

 Hal yang paling mudah dan menyenangkan adalah tersenyum. senyuman adalah tindakan sederhana untuk mengekpresikan suasana hati. Di mana ia tak hanya menggerakan otot – otot muka, tetapi dapat menimbulkan efek yang positif terhadap orang lain. Senyuman menjadi chanel terwujudnya hubungan yang baik.

            Berbicara mengenai senyuman banyak hal baik yang tersirat. contohnya tersenyum dapat mencairkan suasana yang kaku, tersenyum menjadikan diri lebih optimis, tersenyum mengindikasi hubungan interaktif, dan banyak sekali manfaatnya dalam bidang kesehatan. Kehadiran sebuah senyuman mengisyaratkan bahwa senyuman dapat menjadi suatu hal yang bersifat substantif dalam segala hal, termasuk masalah yang dihadapi.

            Senyum ternyata hal lumrah yang dilakukan seseorang dalam aspek kebajikan. Setiap orang pasti berbeda dalam mengungkpakan rasa suka citanya, termasuk tersenyum. Contohnya saja yang menjadi panutan manusia yaitu baginda nabi Muhammad SAW beliau adalah manusia mulia ternyata beliau adalah seorang yang suka tersenyum.

            Berdasarkan hadis berikut ini diriwayatkan at–tirmidzi, al-husen Radhiyallahu’anhu, cucu Rasulullah SAW menuturkan keluhuran budi pekerti beliau. Ia berkata,”aku bertanya kepada ayahku tentang adab dan etika Rasulullah SAW terhadap orang – orang yang bergaul dengan beliau,” Ayahku menuturkan.

            “Beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam senantiasa tersenyum, berbudi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan senantiasa puas.” (Riwayat At-Tirmidzi)

            Untuk itulah keteladanan beliau selalu menjadi acuan dalam diri seorang muslim yang baik dalam bersikap. Keutaamaan tersenyum (menampakan muka manis dan ceria) di depan manusia dalam islam sendiri merupakan salah satu bentuk akhlak mulia. Bahkan dalam islam itu bernilai ibadah. Sebuah senyuman yang dipancarkan kepada seseorang, setara dengan nilai bersedekah. Berdasarkan hadis berikut ini:

            Dari abu dzar Radhiyallahu’anhu berkata, Rasullulah shallallahualaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Sesungguhnya senyum seseorang di depan saudaranya sesama muslim merupakan salah satu bentuk shadaqah yang memiliki nilai di sisi Allah SWT”. (HR Tirmidzi & ibnu hibban)

            Dengan demikian maka selayaknya kita sebagai muslim budiman. untuk selalu menjaga hubungan baik dengan sesama. dengan menampakan wajah terbaik. yaitu selalu tersenyum dan hindarilah wajah bermuka masam (mengkerutkan dahi). Demikianlah Islam menjadikan segala sesuatunya bernilai ibadah dan berkah.

            Sebuah senyuman sesungguhnya sangat bermanfaat bagi pihak yang memberi senyuman (pemberi) maupun bagi pihak yang menerima senyuman (penerima). Berikut alasan kenapa tersenyum di anjurkan dalam islam:

            Pertama, Bernilai Ibadah : Sesuai dengan hadist yang telah disebutkan diatas bahwa senyum yang diberikan termasuk suatu sedekah. Sedekah disini dinilai sebagai ibadah. Jadi kesimpulannya ketika mengerjakan hal ini berarti mengerjakan sebuah ibadah.

            Kedua, Senyum dapat memperbaiki hubungan dengan orang lain maupun dengan Tuhan : Orang yang menjaga hubungan baik  dengan orang lain berarti menyambung tali silaturahmi dan Allah SWT menjaga hubungan dengan hamba-Nya yang menyambung tali silaturahmi antar sesama.

            Ketiga, Menghargai Kebaikan : Salah satu cara untuk berterima kasih kepada orang lain adalah dengan tersenyum. Karena hal ini berarti kita telah menghargai kebaikan orang yang telah membantu dalam kebaikan.

            Keempat, Menjadi Obat Hati, Fikiran, dan Jiwa : Sesuai dengan hadist yang artinya Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah kamu terlalu membebani jiwamu dengan segala keseriusan hidup. Hiburkanlah dirimu dengan hal – hal yang ringan dan lucu karena jikalau jiwa terus dipaksa memikul beban – beban yang berat ia akan menjadi keruh.” (HR. Ibnu Majah).

            Kelima, Senyum dapat menambah keyakinan diri : Dilihat dari segi penampilan, orang yang tersenyum terlihat lebih ramah, lebih berwibawa, optimis,, luwes, ceria, dan mempunyai kharisma tersendiri.

            Keenam, Meredakan Dan Menenangkan Hati Dan Emosi Diri Sendiri Atau Orang Lain: Senyum juga bisa menjadi obat penenang dikala kita sedang dalam keadaan yang penuh emosi. Meredam emosi dengan gerakan ini juga disertai dengan bersabar. selain bisa meredakan emosi diri sendiri, hal ini juga bisa menenangkan emosi orang lain.

            Ketujuh, Senyum dapat menjaga dan memulihkan kesehatan: Dipandang dari segi kesehatan, tentu saja orang yang murah senyum akan jauh dari stress, jantungnya berdetak normal, peredaran darahnya juga mengalir dengan baik. karena senyuman mendorong hati seseorang menjadi lebih bahagia dan gembira.

            Kedelapan, Senyum dapat memperluas ikatan: Dari segi hubungan sosial, orang yang senantiasa tersenyum dalam berbicara ataupun berhubungan dengan orang lain berarti ia mempunyai kepribadian yang menarik dan menyenangkan bagi orang lain juga mudah diterima dalam sebuah masyarakat.

            Kesembilan, Senyum bisa menular: Tersenyum tak hanya mengubah suasana hati orang tapi juga orang-orang disekitarnya. membuat hal-hal menjadi lebih bahagia, Ini karena senyum bisa menular dan membawa kebahagiaan bagi orang lain.

            Kesepuluh, Membuat Awet Muda: orang yang lebih banyak meluangkan waktu untuk tersenyum. Memiliki aura yang positif dan lebih energik, sehingga ia terlihat lebih muda.

            Demikian beberapa aspek, kenapa islam menganjurkan untuk tersenyum. Banyak manfaat yang bisa di ambil dari tersenyum. Disamping itu kita harus mengetahui segala kondisi dan situasi yang tepat ketika memberikan senyuman kepada orang lain. Tersenyum juga tidak perlu berlebihan, tapi sewajarnya saja.

            Bagi wanita ketika tersenyum kepada non - muhrim, tidak boleh sampai menjatuhkan harga dirinya. Walaupun niatnya baik, tapi harus memperhatikan segala situsi dan kondisi agar tidak terjadi fitnah dan hal buruk lainnya.

            Islam telah mengatur semua keperluan umatnya. Tinggal kita sebagai hamba yang taat. untuk mengerjakan segala sesuatu yang dianjurkan oleh Allah SWT dan menjauhi segala yang mendatangkan mudaratnya.

Tulisan ini dikutip dari beberapa sumber tamanyahatiblogspot...