Istilah ‘Mesra’ dibalik Simpang Mesra Banda Aceh

0
Source: aceh.net

Banda Aceh merupakan salah satu daerah yang memiliki sejarah unik dan menarik. Salah satunya adalah tugu Simpang Mesra Banda Aceh. Setiap oknum yang menuju Darussalam dengan melintasi jalan Teuku Nyak Arief, Banda Aceh tentunya akan melihat Tugu Simpang Mesra di persimpangan Jeulingke Banda Aceh.

Menurut Dosen Sejarah FKIP Unsyiah, Rusdi Sufi; alasan mengapa disebut ‘simpang mesra’ adalah karena simpang tersebut memiliki lengkungan putaran yang sangat melengkung, sehingga apabila ada kendaraan yang melintas (sepeda motor) misalnya, apabila ada yang dibonceng, maka ia harus berpegangan atau bersandar kepada pengemudi agar tidak jatuh. Singkatnya, setiap pasangan pengendara yang melintasi jalan tersebut dijadikan ‘mesra’ sesaat karena desakan keadaan.

Istilah Simpang Mesra menjadi sangat familiar sejak sekitar tahun 80-an. Padahal di persimpangan ini terdapat tugu tentara pelajar setinggi 17 meter dengan diameter bawah 45 meter dengan pondasi corak seperti kubus di dindingnya.

Informasi lain memaparkan bahwa; pada tahun 80-an ketika Darussalam kerap dilintasi oleh bus produksi ­India sebagai alat transportasi mahasiswa. Pada saat itu, bus ini sangat popular dikalangan pelajar yang menuju Darussalam. Ketika bus melintasi simpang mesra, mau tidak mau keadaan mendesak para penumpang untuk saling berhimpitan bahu mengikuti arah menikungnya badan mobil. Singkatnya, mau tidak mau, penumpang akan saling berdempetan antara sesama. Baik itu penumpang pria maupun wanita. Sejak saat itulah persimpangan ini walau memiliki tugu yang bermotif pena disebut dengan Simpang Mesra.