Alasan Mengapa Jenazah Lebih Dikubur daripada Dibakar

0
Source:

Seperti kita ketahui, manusia sebagai mahkluk sosial dan berbudi luhur sangat memperdulikan nilai-nilai spiritual keagamaannya. Manusia bukan hanya dituntut berprilaku baik pada mahkluk sesamanya bahkan juga harus memperlakukan jenazah dengan layak dan sopan menuju peristirahatan terakhirnya. Ajaran Islam sebagaimana yang diperintahkan Al-Qur’an harus berlaku lemah lembut baik dalam memandikan dan mengkafankan jenazah sebelum kemudian menguburkannya. Berbeda dengan agama Hindu misalnya, menurut ajaran keagamaan mereka, jenazah tidak di tanam melainkan di bakar.

Terlepas dari aspek agama karena ini merupakan keyakinan masing-masing. Dalam aspek saintis mengubur dan membakar jenazah memiliki perbedaan yang signifikan. Diantaranya adalah;

1. Kesehatan

                Jenazah yang dibakar tentu akan menghasilkan zat-zat yang merusak kesehatan manusia. Asapnya dan senyawa yang diterbangkan dapat menganggu pernafasan dan sumber penyakit disekitarnya. Ia juga akan menimbulkan bau khusus yang tidak sehat untuk penciuman dan paru-paru manusia. Bila jenazah dikubur, ia tidak akan menganggu kesehatan mahkluk lainnya bahkan proses pembusukan mayat malah membantu menyuburkan tanah.

2. Biaya Pemakaman

                Biaya merupakan aspek penting khususnya dalam perspektif ekonomi. Membakar jenazah membutuhkan kayu hingga berton-ton banyaknya. Seperti kita ketahui, kayu khususnya dizaman sekarang memiliki harga yang tinggi dan mahal untuk diperoleh. Bahkan hampir diseluruh daerah dilarang menebang kayu karena dunia tengah dalam proses penerapan global warming. Bila dikubur, jenazah tidak memerlukan banyak biaya selain sepetak tanah sukuran tubuhnya. Bahkan dikalangan umat Islam kerap ditemukan pemakaman umum atau waqaf yang tidak dipungut biaya dalam penggunaan pemakaman.

3. Efektivitas

                Kayu memang merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diperbahrui. Akan tetapi kayu yang sudah dipakai dan dibakar tidak bisa digunakan lagi untuk kebutuhan lainnya. Ia akan menjadi asap dan debu yang bertebaran dibuang dan ditiup angin. Sementara tanah pemakaman dinilai lebih efektif dalam menjaga dan melindungi alam. Bila suatu tanah pernah dimakamkan jenajah, pada tahun tertentu jasad akan melebur dan menyatu dengan tanah. Tanah itu dalam hukum Islam dapat dipergunakan lagi kelak untuk proses pemakaman jenazah lainnya. Sehingga proses pemakaman yang dianjurkan oleh Islam tidak memiliki batas sarana. Jika tidak tentu tanah didunia ini sudah habis untuk pemakaman manusia sejak pada zaman nabi adam.