Konsep Dasar Ekonomi Islam

0
Source: suarajakarta.co

Konsep Dasar ekonomi Islam adalah salah satu hal yang juga diatur dalam Islam, ilmu ekonomi berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ambisi dan materi, ilmu ekonomi diutamakan pada usaha mencapai tujuan. Allah pencipta manusia dan jin telah menciptakan manusia dari unsure jasmani dan rohani, bukan hanya manusia, semua makhluk tumbuhan dan hewanpun terdiri dari dua unsure tersebut.[1]

Keberadaan jasad manusia, menghendaki kebutuhan-kebutuhan dan cara memenuhinya, tanpa memenuhi kebutuhan tersebut hidup tidak akan lestari, oleh karenanya tidak ada jalan lain untuk tidak memenuhinya selain dengan cara biologis, namun memenuhinya kebutuhan bukan berarti tujuan akhir hidup manusia. Karenanya kita harus meletakkan kebutuhan dalam kemampuan mental dan fisik dengan merubahnya menjadi kebutuhan akan menyembah Allah yang menciptakan kita. Inilah konsep pertama ekonomi Islam.[2]

Konsep kedua yaitu, beriman kepada Allah, sebagi muslim kita tidak bisa mentolerir politeisme sedikitpun. Tujuan setiap perbuatan yang bertentangan dengan keimanan terhadap keesaan Allah tidak ada kaitannya dengan Islam. Karena dapat merusak dasar-dasar dan sandi Islam. Berarti hanya ada dua alternative, monotoisme murni atau politeisme mutlak.[3]

Dalam kebebasan berkehendak manusia tidak dapat memilih apapun, tidak ada pilihan ke-3 dalam keadaan apapun bila setan materialisme hendak mengungguli Islam dan hendak menjadikannya sebagai sumber kebutuhan dan tolak ukur martabat maka berarti ia telah sama dengan menyekutukan Allah. Hal ini sangat bertentangan dengan prisip Islam karena segala pemujaan atau penyembaan kepada selain Allah tidak akan membantu kepada pencapaian hidup. Cara tersebut bahkan sangat menyesatkan dan semakin menjauhkan para pengikutnya dari Islam.

Konsep ekonomi Islam yang ke-3, dalam situasi apapun aturan Islam harus berlaku, ekonomi adalah bagian penting kehidupan manusia dalam segala bidang.

Islam adalah aturan hidup yang paling lengkap, dalam meletakkan dasar-dasar ekonomi Islam diperlukan praktek dasar secara bersamaan untuk nmenunjukkan keeksistensi sebagi suatu keadaan yang tidak dapat dihindarkan. System ekonomi Islam tidak dapat dilaksanakan secar terpisah, untuk itu masyarakat harus siap menerapkan semua system Islam lainnya seperti bidang hokum, social dan politik dalam waktu yang samatanpa semua itu aturan ekonomi tidak akan stabil dan tidak akan efektif misinya.

Prospek nya berati mengacu pada aturan Islam, jika dilaksanakan diluar masyarakat muslim maka akan sia-sia aturan ekonomi Islam secara komprehensif berbeda dengan aturan lainnya. Islam tidak pernah membolehkan ummatnya menjadi budak nafsu dan ambisi. Selain aturan ekonomi yang utama Islam juga melatih orang agar martabatnya meningkat kepada dereajat kemanusiaan yang lebih tinggi, Islam menyeimbangkan hubungan antara seorang dengan penciptanya, walaupun kaum materialis mempunyai harta dan kekayaan tapi ia tidak mampu mencapai martabat yang mulia dan lebih tinggi dari Islam.[4]



[1] Didin Hafidhuddin,  Prinsip Dasar Ekonomi Islam. Bahan Kuliah Mata Kuliah Ekonomi Syariah 1. Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, (2005)

[2] HB. Tamam Ali, dkk (Ed.), Ekonomi Syariah dalam Sorotan, Kerjasama Yayasan Amanah, MES, dan PNM,  Yayasan Amanah, Jakarta: 2003. hlm. 205.

[3] Ibid

[4] Yadi Janwari dan H.A. Djajuli, Lembaga-Lembaga Perekonomian Umat: Sebuah Pengenalan, (Edisi 1, Cetakan 1,  PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta: 2002). hlm. 80.