Kontradiksi Penciptaan Manusia, dari Tanah, Air atau Sperma?

0
Source: techno.okezone.com

Dalam Al-Qur'an disebutkan dalam beberapa tempat bahwa manusia ada yang diciptakan dari tanah, dari air, dan ada juga dari sperma. Lantas apakah ini sebuah kontradiksi? Dalam beberapa ayat menjelaskan manusia diciptakan dari tanah, salah satunya sebagaimana Allah berfirman:

"(Ketahuliah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah."(QS. Al-Hajj: 5)

Adapun salah satu ayat yang menjelaskan manusia tercipta dari air adalah Firman Allah yang artinya; "dan Dia yang menciptakan manusia dari air." (QS. Al-Furqan: 54)

Sementara mengenai penciptaan manusia dari sperma, disebutkan dalam Al-Qur'an yang artinya; " Dia telah menciptakan manusia dari mani,..." (QS. An-Nahl: 4)

Dari beberapa ayat diatas, walaupun teks penciptaan kanusia dari 3 unsur yang berbeda namun hakikatnya tidaklah kontradiksi sebab perbedaan unsur tersebut tidak terjadi secara bersamaan. Syarat untuk sesuatu dinilai kontradiksi apabila pernyataan-pernyataanya itu saling bertentangan atau benar semuanya pada saat bersamaan.

Sains telah membuktikan bahwa ketiga pernyataan bahwa manusia terbuat dari tanah, air, dan sperma adalah suatu kebenaran. Sebagai contoh, jika ingin membuat secangkir kopi maka kita membutuhkan air, kita juga nembutuhkan biji atau bubuk kopi, dan jika ingin kopi terasa manis kita membutuhkan gula. Ketiga unsur pendukung pembuatan kopi tidaklah kontradiktif sebab mereka adalah komposisi untuk membuat secangkir kopi.

Analogi diatas dapat menjelaskan proses penciptaan manusia dari 3 unsur yang secara ilmiah ternyata bukan sebuah kontradiksi melainkan kontradistingsi yang bermakna dua atau tiga konsep berbeda dalam satu objek. Sebagai contoh manusia selalu jujur dan berdusta adalah sebuah kontradiksi. Sementara apabila manusia selalu jujur, adil, dan penyayang, itulah yang disebut kontradistingsi.

Jadi kesimpulannya, tanah, air, dan sperma merupakan unsur atau komposisi bagaimana manusia diciptakan atas kekuasaan Tuhan. Allah Swt juga bisa saja menciptakan manusia seketika tanpa unsur apapun, namun Tuhan maha tahu yang terbaik, dibalik proses penciptaan yang bertahab pastinya memiliki berbagai hikmah dan pelajaran.