Laksamana Malahayati, Bukan Hanya Pahlawan Lokal namun Legenda Dunia

0
Source: sindonews.com

Berbicara soal pahlawan Aceh, bukan hanya mereka yang memperoleh gelar dari pemerintah saja yang layak diapresiasi. Sejatinya, semua orang Aceh yang melawan ‘Kaphe’ Portugis, dan Belanda merupakan pahlawan. Apalagi mereka yang tewas dalam perperangan dalam upaya memerdekakan tanah airnya melawan penjajahan adalah Syahid (lebih tinggi posisinya dari SK RI1), tidak terkecuali.

Laksamana Malahayati adalah bagian dari Militer Kerajaan Aceh yg melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan hebat. Bukan saja hebat di mata Indonesia, tapi di mata dunia. Dia bukan hanya pahlawan lokal, melainkan adalah seorang legenda dunia. Hal itu terbukti dari kiprahnya yang luar biasa yang mampu membunuh Cornelis de Houtmen dalam duel satu lawan satu selaku tokoh yang amat di kenal di kerajaan-kerajaan dunia masa itu.

Laksamana Malahayati merupakan seorang muslimah yang menorehkan prestasi sebagai laksamana perempuan pertama di dunia.  Para tentaranya juga merupakan kumpulan para janda yang suaminya telah tewas dalam peperangan. Sebuah percapaian yang tidak mungkin ditemukan oleh sembarang orang bahkan dipelosok negara manapun. Rasanya tidak berlebihan jika Malahayati layak disandingkan dengan para legenda dunia dengan berbagai konsekuensinya.

Berbagai catatan sejarah telah mengabadikan nama Malahayati dengan begitu perkasa dan gagah berani. Walaupun Ia seorang wanita, para armada laut musuh akan berfikir ulang bila mendengar sosok namanya. Ini salah satu indikator betapa Aceh begitu ditakuti pada masa silam.

Malahayati atau yang juga biasa dikenal sebagai Kemalahayati merupakan puri dari Laksamana Mahmud Syah. Ia memang berasal dari golongan bangsawan, namun darah birunya tidak menjadikannya sosok yang manja dan bermalas-malasan.

Berawal dari ikatan baik antara Aceh dan Turki setelah proses Lada Sicupak, Turki memang serius membantu Aceh selaku kerajaan terkuat didunia saat itu guna melawan penjajahan Portugal dan Belanda. Salah satunya dengan mengirim sebagian pasukannya di Aceh dan membangun pusat pelatihan militer. Dalam pelatihan tersebut, para perwira Turki langsung melatih dan menggembleng para pasukan Aceh agar menjadi para kesatria gagah berani. Dari sinilah lahir tokoh-tokoh pejuang hebat Aceh seperti Sultan Iskandar Muda dan tak terkecuali Laksamana Malahayati.