Laksamana Malahayati, Bukti Kehebatan Wanita Aceh Tempo Dulu

0
Source: merahputih.com

Baru-baru ini, pemerintah telah menetapkan salah satu tokoh wanita Aceh, Laksamana Malahayati sebagai pahlawan Nasional bersama tiga tokoh pahlawan daerah lainnya dari Riau, NTB, dan yogyakarta. Penetapan pahlawan nasional kali ini memang tergolong unik, sebab diluar dari fenomena sebelumnya yang tidak menyertakan perwakilan dari pulau Jawa.

Malahayati atau yang juga bernama Keumalahayati merupakan pejuang wanita masa kesultanan Aceh yang gigih dan pemberani. Memiliki garis keturunan dari Laksamana Mahmud Syah yang merupakan cucu dari Sultan Salahuddin Syah yang memimpin Aceh pada tahun 1513-1530 M.

Kemuliaan Malahayati kian bersinar dari figurnya yang mampu membentuk dan memimpin 2.000 pasukan Inong Balee (janda para pejuang Aceh yang sudah ditinggal syahid oleh suaminya) dalam peperangan melawan Belanda. Setatus perempuan tak menghalanginya untuk menjadi seorang kapten kapal yang tangguh. Terbukti, Ia mampu membunuh Cornelis de Houtmen selaku kepala ekspedisi Belanda saat itu dalam pertarungan individu di geladak kapal.

Kiprah Malahayati memang sangat tersohor, tidak hanya di Nusantara, namanya mampu melalang buana hingga dataran dunia sebagai sosok yang patut disegani dalam peperangan. Malahayati menjabat sebagai laksamana kerajaan Aceh pada kepemimpinan Sultan Alaiddin Al i Riayat Syah IV Saidil Mukammil pada tahun 1689-1604

Bentuk penghargaan terhadap tokoh pahlawan wanita Aceh ini  dapat diliaht dari beberapa penamaan yang menyanding namanya, diantaranya; Pelabuhan Malahayati di Aceh Besar (teluk Krueng Raya), Universitas Malahayati di Bandar Lampung, KRI Malahayati (salah satu nama kapal khusus milik angkatan laut), Garda Wanita Malahayati (nama devisi wanita dari Ormas Nasional Demokrat), terakhir seperti yang sudah disebutkan diatas, Laksamana Malahayati kini resmi ditetapkan oleh Presiden Jokowi sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia.