Lama Antri Berobat BPJS di RSUDZA Banda Aceh? Ini Solusinya!

0
Source: perawattraveler.blogspot.co.id

Sebuah berkah bagi warga Indonesia, termasuk Aceh dengan adanya layanan berobat gratis melalui jalur BPJS. Biaya kini bukan jadi halangan untuk para pasien agar bisa hidup lebih baik secara medis. Kendatipun mendapat layanan kelas -3, tetap saja jasa BPJS, JKN, JKA dan sejenisnya memberikan peran luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat. Sebab, sakit bukanlah perkara yang dapat ditunda-tunda perobatannya. Demi berobat (apalagi kronis), orang rela berhutang-hutang dahulu agar bisa mendapatkan penanganan medis sedini mungkin.

Melihat problema kesehatan adalah term yang urgentif, dampak selanjutnya, sudah pasti akan terjadi pembengkakan antrian bagi peserta yang hendak berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit setempat.

Begitu juga fenomena yang terjadi di RSUDZA selaku salah satu rumah sakit terbesar di Aceh. Dengan lengkapnya fasilitas medis yang tersedia, menjadikan rumah sakit yang semakin populer pasca tsunami tersebut memberikan angka antrian yang panjang bagi para konsumennya. Pasienpun harus rela menunggu berjam-jam lamanya bahkan rela berdiri agar gilirannya tidak terlewatkan.

Bagi para pendatang baru di RSUDZA, setidaknya ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar tidak mesti menunggu lama melalui jalur BPJS. Diantaranya;

Pertama, datang saat subuh. Subuh memang waktu sakral yang paling jarang digandrungi banyak orang. Tak heran pembunuhan para pimpinan Islam zaman sahabat rasul silam sering terjadi saat seusai shalat subuh. Begitu juga dengan daftar antri. Dengan datang seusai subuh, maka pasien bisa mendapat kesempatan antri yang lebih awal tanpa terlalu lama menunggu.

Kedua, pasien bisa datang mendekati waktu siang. Sekitar pukul 11:00 wib atau 11:30, aebab pada fase ini, para pasien sudah mulai sedikit dimasa antri.

Akan tetapi, bukan berarti semua solusi diatas bisa selamanya lancar dan aman. Saat subuh, pasien juga harus menunggu hingga ruang registrasi aktif. Sedangkan saat pukul 11 keatas, berkemungkinan akan jatuh pada masa makan siang dan menunggu waktu istirahat berakhir.

Tips selanjutnya adalah datang diwaktu istirahat siang. Lazimnya daftar antri di RSUDZA menjelang pukul 11:30 sampai 12:00 adalah fase isoma. akan tetapi, sebagian staf masih ada yang berjaga walau tidak lengkap jumlahnya. Saat seperti ini, daftar antri akan berhenti dan tidak berfungsi hingga pukul 14:00 wib. Pada tahapan ini, maka pasien bisa langsung mendaftar melalui karyawan yang masih stay tanpa harus antri. Dengan demikian pasien akan lebih hemat waktu tanpa berlama menunggu seperti pasien sebelumnya.

Terakhir, tips yang paling berpengaruh adalah adanya relasi dalam pihak RSUDZA. Opsi yang satu ini bukan hanya efektif untuk media antrian, bahkan dalam kasus apapun, adanya interkoneksi dengan pihak internal akan menjadikan pasien selangkah lebih unggul dari para pengunjung lainnya.

Jika pasien memiliki koneksi dengan dokter, ia bisa memperoleh surat khusus tanpa harus antri bahkan tak mesti berobat di rumah sakit. Jika pasien memiliki koneksi dengan staf atau admin pendaftaran, maka ia bisa mendapat jadwal lebih awal diluar nomor antrian. Paling buruk sekalipun, jika pasien memiliki relasi dengan tukang parkir atau satpam, ia bisa meminta diambilkan daftar antrian lebih awal dan bisa datang ketika urutan antriannya sudah dekat.