Lelaki Diizinkan Poligami, Mengapa Wanita Tidak?

0
Source: garudacitizan.com

1. Hormon Sex

Menurut hasil penelitian, jika sudah menikah, ternyata lelaki diciptakan memiliki dorongan sex yang lebih tinggi dari wanita. Seorang suami memiliki hormon biologis yang apabila sudah berada pada fase tersebut mereka berhasrat untuk memiliki wanita lain selain istrinya. Begitu juga dengan faktor usia. Normalnya, seorang wanita apabila semakin tua maka gairah seks nya akan semakin kecil. Sementara  lelaki, gairah seksnya tetap eksis. Hal itu menjadi salah satu faktor mengapa sering ditemukan mengapa pria tua menikah lagi jika istrinya sudah tiada. Sedangkan wanita kebanyakan mereka akan memilih tetap sigle ketika ditinggal mati suaminya. Agar tidak terlibat dalam perzinahan atau perselingkuhan, Islam hadir sebagai alternatif yang membolehkan lelaki memperistri wanita lain secara terbatas.

2. Identitas

Dalam persoalan keturunan, identitas adalah aspek penting bagi kehidupan seseorang. Jika seorang suami memiliki 2 istri, anak yang lahir sangat mudah dikenali identitasnya. Cukup melihat istri mana yang hamil, maka secara biologis itulah anak si suami dengan istri yang melahirkan kelak. Namun apabila istri nemiliki dua suami, ketika istri hamil dan melahirkan akan sangat sulit menentukan siapa ayah dari anak tersebut. Sebab, dalam rahim istri masuk dua bibit dari suami yang berbeda. Walaupun dilakukan tes DNA dan sebagainya, identitas anak tersebut tidak bisa diketahui secara 100%.

3. Kemampuan

Secara harfiah, lelaki memiliki potensi berpoligami dibanding wanita. Akan sangat sulit bagi wanita jika ia harus melayani dua suami dibanding lelaki melayani dua istrinya. Selain itu kemampuan proteksi kelamin wanita lebih lemah dibanding lelaki. Wanita akan mudah terserang penyakit kelamin jika ia memiliki lebih dari satu suami walaupun mereka adalah suami sang wanita sendiri. Sementara bagi lelaki, ia terhindar dari ancaman penyakit kelamin jika memiliki lebih dari satu istri. Hal tersebut berhubungan erat dengan karakter kelamin wanita yang mana proses peleburan terjadi didalam dirinya (rahim) bukan didalam tubuh lelaki.

4. Masa Haid dan Melahirkan

Seperti kita ketahui, perbedaan mendasar yang tak terbantahkan antra pria dan wanita adalah masa haid dan melahirkan. Ketika haid dan melahirkan (masa nifas) wanita dilarang melakukan hubungan intim dengan suaminya. Selain dilarang agama, alasan kesehatan juga melarang melakukan seks disaat kondisi tersebut. Jika wanita memiliki 2 suami, maka akan sulit menjaga larangan tersebut. Wanita lebih berkemungkinan melakukannya atas desakan 2 suaninya.

Namun apabila suami memiliki 2 istri, suami tidak perlu mendesak istri yang haid atau melahirkan untuk melakukan seks. Ia bisa melakukan hubungan dengan istrinya yang lain yang tidak dalam kondisi haid atau masa nifas.

5. Mandul

Secara medis telah teruji bahwa lelaki tidak pernah dikatakan mandul secara total atau mandul 100%. Sementara wanita bisa diklaim mandul 100% karena mereka memiliki rahim. Rahim berfungsi sebagai tempat terjadinya pembuahan, jika rahim rusak maka maka kemungkinan memiliki anak menjadi nol. Oleh sebab itu Islam membolehkan lelaki poligami agar ia bisa berpeluang memiliki keturunan tanpa harus menceraikan istrinya yang mandul. Jika hukum poligami tidak ada, maka kasus wanita yang diceraikan akan lebih banyak dengan alasan keturunan.