Makna Filosofis dibalik Pakaian Adat Aceh

0
Source: satujam.com

Indonesia terdiri dari puluhan provinsi dan beragam suku bangsa yang mewarnai dari sabang sampai Marauke. Salah satu identitas kesukuan dalam kemajemukan bangsa Indonesia adalah dengan adanya pakaian adat. Seperti daerah lainnya, Aceh juga tentunya memiliki pakaian adat khusus yang memiliki nilai dan penuh sarat makna. 

Bagi laki-laki, warna pakaian adat biasanya didominasi oleh warna hitam. Warna hitam dipercaya sebagai simbol kebesaran. Di Aceh jika ada acara besar seperti pernikahan dan adat lainnya, pakaian hitam menandakan kemegahan dan kemuliaan.Hal ini berbeda dengan realitas yang ada pada masyarakat lain yang biasanya warna hitam menandakan adanya peristiwa berduka cita. Bagi kaum perempuan, warnanya memiliki motif yang beragam seperti merah, hijau atau kuning yang mengisyaratkan keindahan, keanggunan, kesetiaan dan keberanian.

Dalam acara-acara khusus seperti sunatan rasul dan pernikahan, setiap kaum lelaki Aceh diwajibkan mengenakan pakaian berwarna hitam baik baju maupun celananya. Kekeliruan dalam memilih warna yang lain akan diklaim sebagai warga masyarakat yang tidak paham dan menghargai adat yang sudah turun temurun diimplementasikan orang Aceh.

Sedangkan bagi wanita, unsur yang paling mencolok dan harus ada adalah aksesoris pelengkap seperti perhiasan berupa gelang, kalung, dan mahkota yang mengisyaratkan bahwa wanita Aceh sejak zaman dahulu sudah dimuliakan dan diberikan harta yang cukup bagi kemakmurannya berumah tangga. Pada masa kesultanan perhiasan ini tentu saja terbuat dari emas, namun saat ini demi kenyamanan dan keselamatan serta terjangkau oleh berbagai kalangan tersedia asesoris perhiasan yang  berbahan imitasi.