Marak Formalin Di Aceh, Ini Cara Mengetahuinya

0
Source: miementah.com

Akhir-akhir ini Aceh sedang dirisaukan dengan maraknya penggunaan bahan pengawet berbahaya pada makanan, khususnya jenis Formalin dan borak. Menurut badan POM Nasional, mie yang beredar dan diperdagangkan diseputaran Aceh 90% mengandung Formalin. Ini tentu persentase yang sangat memprihatinkan mengingat begitu eksisnya mie bagi keseharian masyarakat yang tinggal di Aceh.

Formalin merupakan zat kimia yang tidak bisa diterima oleh sistem pencernaan tubuh. Ia biasanya digunakan untuk mengawetkan mayat agar tidak cepat membusuk. Menurut penelitian medis, Formalin yang masuk ke sistem pencernaan manusia adalah pemicu dan penyebab terjadinya penyakit Kanker. Dampak dari zat kimia seperti Formalin dan sejenisnya ini memang tidak langsung dirasakan, namun jika tidak diantisipasi tentu penyakit yang berbahaya ini cepat lambat pasti akan menyerang para pengkonsumsinya.

Mie yang mengandung Formalin, biasanya jika disentuh dan ditarik tidak akan lengket. Mie juga akan lebih tahan ketika dibawa dengan kasar karena mi lebih kenyal dan tidak mudah rusak. Masa kadaluarsa mie juga jauh lebih lama.

Sedangkan pada Ikan, kandungan Formalin dapat ditandai dengan warna insangnya yang terlampau merah, sedangkan warna dagingnya terlalu bersih dan putih, Ikan yang mengandung Formalin juga tidak memiliki bau amis yang khas seperti ikan biasanya kendatipun sudah lama mati. Paling jelas, ikan tersebut tidak dihinggapi lalat barang seekorpun.

Untuk tahu yang mengandung Formalin, dapat dilihat dari teksturnya yang terlalu kenyal, keras, namun tidak padat. Tahu yang biasanya akan terasa asam jika dua atau tiga hari kini bisa lebih tahan lama hingga seminggu lebih. Lebih pastinya, sampel makanan yang dicurigai bisa dibawa pada pusat laboratorium yang menguji kesehatan makanan, atau laporkan ke pihak yang berwajib. Sebab, penyalahgunaan bahan makanan merupakan tindakan yang dapat diperkarakan.