Masa Depan Aceh Berada di Tangan Petani Muda

0
Source: aceh.net

Berbicara soal masa depan, sebagian pakar mengatakan bahwa Aceh tertinggal 50 tahun dibanding daerah maju lain yang mengalami perkembangan yang cukup tinggi dalam berbagai sektor, salah satunya ranah pertanian yang seharusnya menjadi aset penting bagi penunjang perekonomian Aceh. 

Berbeda ceritanya jika pemuda turut andil dalam membawa perubahan di tanah rencong, Sang proklamator pernah mengatakan; "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnyaBeri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia"Ini mengindikasikan bahwa pemuda sangat produktif bahkan 100x lebih hebat dibandingkan generasi tua.

Begitu juga dengan Aceh, kendatipun secara kondisional tertinggal 50 tahun, maka dengan semangat dan antusias pemuda dalam pembangunan, bukan sebuah kemustahilan Aceh justru akan lebih maju 100 tahun di depan melalui jalan juang para pemudanya. Salah satunya adalah bentuk perhatian mereka pada orientasi pertanian selaku ranah yang potensial di Aceh.

Sebaliknya, masa depan Aceh justru terancam dengan semakin sedikitnya generasi muda yang tertarik di sektor pertanian. Potensi lahan garapan yang masih luas tidak sebanding dengan sumber daya manusia yang mampu mengolah lahan. 

Tidak dipungkiri, konflik Aceh yang berkepanjangan lebih dari 30 tahun,  disusul gempa dan tsunami yang menelan korban lebih 200 ribu jiwa pada 2004 silam, menjadikan Aceh sangat tertinggal dengan daerah lain di Indonesia dari berbagai sektor. Terlebih di bidang pertanian, padahal secara geografis Aceh diuntungkan dengan kondisi lahan dan alam yang memiliki dua musim. 

Pemerintah harus sepenuh hati mengurus pertanian, menfasilitasi, mengkampanyekan pemuda untuk turun tangan membantu sektor pertanian, mendorong program kemitraan terutama bagi petani lokal dengan setatus ekonomi menengah ke bawah guna memberi dampak luas dari perputaran roda ekonomi pertanian. 

Kenapa Petani Muda? Mereka memiliki kelapangan waktu yang tinggi, karakter yang energik, mudah menyerap dan mengimplementasikan pengetahuan terkini, serta masih memiliki spirit yang meluap-luap. Apalagi dengan adanya program positif, dapat membangun dan mengamankan generasi muda tani di masa yang akan datang.

Salah satu Pemuda tani yang sedang start-up adalah Faisal Ilyas (31 tahun). Sejak 2013 bersama timnya aktif mendampingi petani ternak di Kawasan Kuta Malaka, Aceh Besar. Ia telah melakukan upaya kecil dan sederhana,  berkomitmen menuju sustainibility farming, industri peternakan yang tidak hanya profit oriented, tapi punya visi kesejahteraan sosial dan kedaulatan serta peduli pada isu pelestarian lingkungan, dengan tagline; planet, people dan profit.

Mereka telah berupaya melakukan yang terbaik, diantaranya fasilitasi kemudahan memperoleh bibit unggul (sapi bakalan), dan membuka akses pemasaran menjelang panen sapi petani. Selain itu, dilengkapi dengan daur ulang limbah ramah lingkungan, water adjustment.

Tidak hanya berhenti disitu, mereka juga tengah menginisiasi beberapa program seperti pengembangan pakan organik melalui graze rotation dengan menanam sendiri di lahan mereka. Menurut Apfindo (asosiasi pedagang sapi potong Indonesia) proyeksi kebutuhan daging Indonesia, seperti terlihat pada data berikut:


Tahun

2000

2010

2020

Jumlah Penduduk

206 juta orang

242, 4 juta orang

281 juta orang

Konsumsi

1,72 kg/kapita/tahun

2,72 kg/kapita/tahun

3,72 kg/kapita/tahun

Produksi Daging

350,7 ribu ton/tahun

654,4 ribu ton/tahun

1,04 juta ton/tahun

Pemotongan Sapi

1,75 juta ekor/tahun

3,3 juta ekor/tahun

 



Artinya jumlah kebutuhan daging sapi semakin meningkat setiap tahunnya, namun tidak dibarengi dengan pasokan yang ada. 

Kedaulatan pangan merupakan sebuah keniscayaan, namun tak semudah membalik telapak tangan. Butuh perjuangan dan proses yang panjang menuju swasembada guna mencapai kemaslahatan bersama. Tentunya, keberhasilan tidak mungkin dicapai secara individualis, melainkan secara kolektif dengan bermitra dan berjejaring. Industri peternakan hanya sebagian kecil dari masyarakat peternak Indonesia. Mari bersinergi!

 

Faisal Ilyas

Direktur PT.Banda Malaka Utama

Livestock

085260153488