Memilih Pendidikan Anak, Lihat Bakat atau Minatnya?

0
Source: jurusanterbaik.com

Anak adalah dambaan setiap keluarga. Sudah sewajarnya orangtua begitu serius dalam memilih jalur pendidikan sang anak mengingat itu merupakan penentu masa depannya. Bukan berarti bila seorang anak sukses, orangtuanya akan meminta imbalan, bukan! Melainkan, melihat buah hatinya yang sukses atau minimal bisa hidup layak, itu merupakan kebahagiaan yang lebih dari cukup bagi kedua orangtua.

Sebelum jauh membahas tentang bagaimana romantika kesuksesan antara anak dan kedua orangtuanya, hal yang mesti sejak dini diperhatikan adalah bakat dan minat sang anak. Seyogyanya, orangtua harus mengenali bakat dan minat anaknya lebih dari siapapun, sebab kalau bukan kedua orangtua yang memperhatikannya, maka siapa lagi yang lebih perduli mengenai masa depan sang anak.

Sejatinya, bakat dan minat sama pentingnya dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak. Jika kedua unsur ini melekat pada sang anak, apalagi jika ia dapat menempuh jalur pendidikan yang sesuai dengan keinginan dan potensinya, maka secara alami ia akan lebih mudah dan cepat meraih kesuksesan. Masalah selanjutnya, bagaimana jika bakat dan minat terpisah?

Para cendikiawan pernah mengatakan; ‘minat tanpa bakat itu lambat, sementara bakat tanpa minat itu sia-sia.’ Maksudnya, jika seseorang memiliki keinginan (minat) padahal ia tak berbakat, maka ia akan lambat dalam menuju keberhasilan. Sebab, apa yang diinginkannya adalah sesuatu yang bukan keahlian dan karakter dirinya. Sebagai contoh; seseorang ingin menjadi penyanyi tanpa bakat, maka ia akan mengalami speed yang lebih lemah dibandingkan penyanyi yang terlahir dengan bakat.

Namun jika harus memilih salah satunya, maka minat hakikatnya lebih penting dari bakat. Bakat tanpa minat adalah kesia-siaan, maksudnya jika seseorang berbakat melukis sementara ia tidak menyukainya maka sama saja dengan omong-kosong. Sebab, bakat hanya merupakan start potensi. Ia tidak akan pernah berkembang tanpa didukung oleh keinginan (minat) yang kuat. Sedangkan minat, walaupun ia lambat tanpa bakat, namun dengan ketekunan dan kerja keras, minat tidak akan berakir dengan sia-sia. Faktanya di lapangan, kebanyakan orang sukses itu bukan karena bakatnya, melainkan kerja kerasnya yang secara intensitas jauh berlipat-lipat lebih besar dibandingkan orang lain.

Kesimpulannya, tugas orangtua adalah memberi pengertian kepada anak. Menjelaskan tentang berbagai opsi yang terbaik bagi jalur pendidikannya. Sisanya, pilihan berada di tangan sang anak. Itupun jika sang anak sudah dewasa dan paham betul akan pilihannya. Sebab, pemaksaan kehendak orangtua pada sang anak akan berakibat fatal pada motivasi dan antusiasnya dalam menjalani proses pendidikannya kelal. Semoga bermanfaat!