Mengapa Tahun Baru Islam Kurang Meriah dibanding Tahun Baru Masehi?

0
Source: genmuda.com

Hari ini Islam secara perhitungan kalender Hijriyah memasuki tahun baru ke 1439 yang bertepatan pada 21 September 2017. Berbeda dengan tahun baru masehi, tahun baru Islam terasa lebih kalem dan kurang meriah. Apa penyebabnya? Berikut beberapa diantara sekian banyak sebab mengapa tahun baru masehi biasanya lebih ramai dan meriah.

1. Barat Kiblat Peradaban Populer Saat Ini

Sejak masa Renaisans (kebangkitan barat) yang terjadi pada abad pertengahan silam, menjadikan dunia barat sebagai pusat peradaban dunia. Setelah gerakan bersejarah ini, masa kejayaan Islam yang begitu gemilang mulai sirna dan meredup serta sulit untuk bangkit sebagai mana yang dialami berbagai umat muslim di belahan dunia saat ini. Hal ini pula yang secara khusus melatar belakangi kemajuan barat yang didominasi oleh bangsa-bangsa Eropa.

Realita diatas tentunya mempengaruhi berbagai aspek tak terkecuali peradaban dunia saat ini. Barat menjadi model budaya dan trend internasional. Dengan demikian, tahun baru masehi sebagai hari besar bangsa barat menjadi lebih meriah karena secara sistematis akan turut dimeriahkan segala pihak termasuk mereka yang bukan dari kalangan mereka. Bahkan tidak asing lagi, dari umat muslim sendiri masih ditemukan sejumlah bahkan banyak oknum yang  ikut merayakan tahun baru masehi.

2. Masehi Menjadi Kalender Resmi Internasional

kalender adalah sebuah sistem untuk memberi nama pada sebuah periode waktu. Tak terelakkan lagi, masehi merupakan kalender resmi yang sudah ada sejak zaman Romawi dan digunakan dunia internasional hingga saat ini. Tidak jauh, Indonesia sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar juga menerapkan sistem kalender masehi sebagai acuan penanggalan resminya. Dengan diterapkannya sistem kalender masehi sebagai satuan priode waktu suatu negara, secara otomatis akan mempengaruhi masyarakat didalamnya untuk turut serta dan terlibat langsung dalam perayaan tahun baru masehi.

3. Ancaman Bid’ah yang Meresahkan

Salah satu sebab mengapa sulitnya Islam melampaui barat saat ini adalah perbedaan mazhab dan aliran yang mewabah dan semakin krusial saja. Umat muslim antara sesamanya saling menyalahkan bahkan mengkafirkan, tak terkecuali perkara bid’ah yang padahal secara histori masih merupakan tema yang perlu didiskusikan kebenarannya lebih lanjut.

Perayaan hari besar umat muslim seperti tahun baru Islam misalnya, apabila dilakukan dengan berbagai metode dan kreativitas justru akan mengundang perhatian para muslim klasik untuk mencegah dan melarang perayaan yang menurut mereka bid’ah. Dengan adanya berbagai ancaman tersebut menjadikan tahun baru masehi semakin eksis dibanding tahun baru Islam yang semakin meredup.