Mengenal 5 Watak Orang Aceh yang Paling Sering Ditemukan

0
Source: aceh.co.id

Aceh merupakan daerah yang memiliki macam ragam dan corak karakter masyarakatnya. Sama seperti namanya Aceh yang memiliki makna Arab, Cina, Eropa, dan Hindia kerap mewarnai keragaman rakyat Aceh yang tercermin dalam beberapa karakter, diantaranya:

1. Religius

Sebagaimana identitas tersohor masyaralat Aceh selaku daerah model syariat Islam di Nusantara, sudah sewajarnya negeri Serambi Mekah dikenal sebagai provinsi dengan tingkat religi lebih tinggi dibanding masyarakat daerah lainnya. Hal itu tercermin dari cara berbusana orang Aceh dan antusias mereka dalam ibadah yang bisa menjadi contoh oleh daerah pemeluk agama Islam lainnya.

2. Tempreman

Selain sisi religius yang tinggi, masyarakat Aceh juga dikenal sebagai etnis yang memiliki tingkat emosional (amarah) yang meluap-luap. Orang Aceh walau tidak seluruhnya, pada umunya begitu sensitif dan tempreman. Mereka yang demikian, siap 'membeli bila dijual.' Maksudnya, jika ada yang mencari ribut atau memulai berkelahi dengan orang Aceh, maka mereka siap meladeni bila diganggu ketenangan dan kenyamanannya. Lebih spesifik, orang Aceh bersifat ‘pembalas yang lebih’. Jika oknum lain bersikap baik terhadap mereka, maka mereka bisa membalas lebih baik lagi. Sebaliknya, jika oknum lain tersebut bersifat kasar kepada orang Aceh, maka orang Aceh mampu bersikap lebih kasar lagi.

 3. Perhitungan

Bagi masyarakat Aceh Pidie dan sekitarnya, karakter masyarakat Aceh dikenal sebagai sosok yang perhitungan, khususnya jika menyangkut tentang 'uang'. Ini dipengaruhi oleh jiwa dagang orang Aceh yang menjadikannya mau tidak mau bersikap demikian agar memperoleh keuntungan dari hasil dagangannya. Banyak kalangan yang menafsirkan watak satu ini sebagai sifat 'hemat', namun tak jarang juga diklaim sebagai sifat 'pelit'.

4. Teman Sesama Etnis

Ini adalah sifat dimana orang Aceh tertentu khususnya Aceh Selatan dan Gayo yang sering berteman hanya dengan sesama suku mereka saja. Jika mereka merantau (kuliah) ke Banda Aceh, mereka akan lebih memilih duduk berkelompok dengan ras mereka dari pada berbaur dengan suku Aceh lainnya. Jika mereka berkumpul bersama teman berbeda suku, biasanya mereka tetap berbahasa dengan bahasa daerahnya walau disekitarnya ada suku Aceh lain yang tak memahami bahasanya.

5. Perantau

Salah satu sifat unik orang Aceh yang tak kalah menarik adalah jiwa perantaunya yang tinggi. Orang Aceh khususnya Lhokseumawe dan Pidie akan merasa malu jika anaknya (khususnya lelaki) hanya berdiam diri di kampung tanpa pergi ke daerah lain untuk bekerja atau kuliah.

Sosok orang Aceh seperti ini sebelum merantau biasanya dibekali dengan tiga skill khusus, diantaranya pinter memasak, atau pandai menjahit, serta jahi berdagang. Bila memiliki salah satu dari skill tersebut, maka orang tersebut dipercaya dapat bertahan baik dimasa perantauaannya.