Mengenal Filosofi Pernikahan

0
Source: hijaz picture

Pada masa Yunani Kuno, seorang pemuda mendatangi gurunya.


“Wahai guru, apakah itu cinta?”


Sang guru yang juga merupakan filsuf besar berkata, “Pergilah engkau melewati ladang gandum. Terus berjalan dan jangan berbalik atau mundur. Ambillah sebatang gandum yang menurut kamu paling baik. Jika sudah memetiknya, kamu tidak boleh menggantikannya dengan yang lain.”


Setelah melaksanakan saran gurunya,  Filsuf bertanya; “Mengapa kamu tak membawa gandum?”


“Aku melihat setangkai gandum yang bagus, tapi aku tak yakin ia yang terbaik sehingga aku terus mencari yang jauh lebih baik lagi, namun tak kutemukan, sadar-sadar aku sudah berdiri di ujung ladang dan tak bisa kembali lagi.” Filsuf pun menjawab, “Itulah cinta.”


Dilain hari, muridnya kembali bertanya, Apakah itu pernikahan?


 Kali ini filsuf menjawab, “Pergilah ke hutan dan carilah sebatang pohon yang menurutmu paling kokoh dan bagus. Jangan berbalik dan teruslah berjalan. Jika kamu sudah menemukannya kamu tak boleh menggantinya dengan yang lain.”


 Selang beberapa lama, muridnya kembali membawa sebuah batang pohon yang biasa saja. Batang pohon itu tidak besar dan tidak terlalu bagus.


Filsuf pun bertanya, “Mengapa kamu memilih batang ini? Bukankah itu tampak biasa saja? Pemuda menjawab, “Ya, aku berjalan seharian di hutan, mengingat pengalaman waktu dulu di ladang gandum bahwa aku tak bisa berbalik, daripada aku kembali dengan tangan kosong maka ketika aku melihat batang pohon ini untuk pertama kali, entah mengapa aku merasa suka saja walaupun ia bukan terbaik.” Filsuf pun menjawab “Itulah pernikahan.”


Singkatnya, terkait cinta, tidak ada yang sempurna. Banyak pencari cinta akan gagal apabila kesempurnaan menjadi target utamanya. Oleh sebab itu, pahamilah cinta yang sedang menghampiri anda sebelum ia pergi. Sebab, waktu terus berjalan dan masa lalu tidak bisa diulang kembali. Mengenai pernikahan, janganlah terlalu banyak pilih-pilih dan mencari pasangan hidup. Asalkan kamu menyukainya dan kamu mencintainya, meskipun ia bukan yang terbaik maka nikahilah ia segera.