Mengenal Lebih Dekat Bendera Aceh Zaman Kesultanan

0
Source: blogpunyaalya.blogspot.co.id

Informasi seputar bentuk dan corak bendera Aceh masa kesultanan masih simpang siur dan butuh observasi secara lebih mendalam. Di Trumon Aceh Selatan, tepatnya di rumah Teuku Raja Aceh (Raja Ade) terdapat bendera Aceh yang berbentuk lancip dan berwarna abu-abu dengan motif pedang. Sedangkan yang berada di museum Belanda kendatipun memiliki warna dan corak yang hampir sama namun berbentuk persegi panjang.

Tak mengherankan jika Belanda memiliki berbagai aset milik Aceh masa kesultanan silam, mengingat begitu lamanya mereka menjajah Aceh. Bahkan sebagian akademisi Aceh mengatakan bahwa bukti fisik literatur sejarah Aceh lebih banyak ditemukan di museum Belanda dari pada di Aceh saat ini.

Menurut ahli sejarah, berdasarkan tulisan yang terdapat pada bendera yang ada di museum Belanda, bendera tersebut merupakan peninggalan dari zaman kerajaan sultan Iskandar Muda. Bendera yang berbentuk persegi panjang yang berwarna merah dengan tulisan arab berbentuk persegi di atas background gambar pedang. Jika dilihat lebih teliti, motif persegi bertulisan Arab memuat bacaan Asmaul Husna yang berawalan ‘qaf’.

Sedangkan bacaan yang tertera dibawah Asmaul Husna, bertuliskan bahasa Arab yang artinya; “Wahai al-Qadir (yang maha kuasa) hancurkanlah musuh kami dengan kedzalimannya sendiri; dan Yang Maha Kuasa pasti akan menghancurkan para pendusta dan pembuat kebohongan.”

Pada bagian pedang, terdapat tulisan kalimat; ‘La ila ha illallah.’ (tiada tuhan selain Allah) sedangkan pada motif lingkarannya terdapat tulisan yang dikutip dari Firman Allah Swt: “Dengan nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya, sesungguhnya Tuhanku maha pengampun dan penyayang.” (Q.S. al-Hud: 41)

"Pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat, Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang Mukmin." (Q.S. Ash-Shaff: 13)