Mengenal Tradisi Kenduri Blang Aceh

0
Source: suaatjeh.blogspot.com

Salah satu tradisi menarik diberbagai literatur kawasan Aceh adalah adanya kenduri blang Aceh atau yang sering disebut Khanduri Tron U Blang. Ini merupakan salah satu bentuk kegiatan tradisional di Aceh yang melakukan makan-makan bersama di lingkunga persawahan dimana tempat para petani bercocok tanam.

Zaman dulu, tradisi ini merupakan sebuah kewajiban bagi etnis petani Aceh. Bentuk implementasi terhadap rasa syukur dan pengharapan para petani kepada sang khaliq agar hasil panen nantinya berhasil dan memperoleh berkah. Walaupun pada dasarnya tradisi ini merupakan konversi dari budaya hindu yang sudah lebih dulu eksist di Indonesia termasuk di Aceh, namun dengan mengislamisasinya, maka tradisi ini merupakan kegiatan masyarakat yang dipandang boleh oleh para ulama fiqh dan ahli tasawuf di Aceh.

Jika dahulu kenduri blang dilakukan untuk meminta rahmat dari alam, maka proses islamisasi mengubah cara pandang masyarakat sehingga syukuran ditujukan kepada sang pencipta alam, Allah Swt. Bentuk islamisasi dapat dilihat dari agenda kenduri blang yang biasanya diisi dengan kegiatan bernuansa religi seperti berdo'a bersama, membaca yasin, dan dzikir bersama.

Sejarah kenduri blang ini memang eksis sejak zaman nenek moyang. Biasanya merupakan agenda peuseujeuk yang dilakukan dalam memilih bibit dan sebagainya. Sebelum menggelar kenduri, biasanya akan dilakukan musyawarah atau persiapan kegiatan oleh sebagian atau berbagai kelompok tani yang ada. Dengan begitu dapat meminimalisir biaya dan anggaran. Biasanya acara ini dilakukan dengan makan bersama dengan menyembelih ayam, kambing, atau sapi dengan menu pokoknya nasi bungkus atau dikenal dengan bu kulah.