Menjadi Pintar Tanpa Disadari

0
Source: berpendidikan.id

Pintar merupakan skill pendukung atau nilai lebih yang diharapkan banyak orang. Akan tetapi syarat yang menjembatani agar klaim 'pintar' melekat pada seseorang yang justru  tak semua oknum mampu melakukanya. Normalnya, menjadi pintar memang tidak instan, butuh waktu dan proses seperti:  IQ, ketekunan, pengalaman, kesehatan, guru, dan lain-lain.

Apakah menjadi pintar tanpa disadari bisa terjadi? Jawabannya tentu saja bisa. Sadar merupakan keadaan fikiran mental seseorang yang relatif. Relatif disini bukan soal waktu tapi soal persepsi  sebagai indikatornya.

Sebagai contoh; Satu bulan akan serasa lama bagi orang yang bosan didalam karantina rumah sakit. Sementara satu bulan akan terasa singkat bagi mereka yang sedang melakukan bulan madu bersama pasangannya.

Begitu juga dalam mencapai pintar. Butuh unsur relatifitas personal agar tercapai tanpa disadari. Berikut beberapa metode yang bisa dicoba;

 1. Lingkungan

Pepatah mengatakan, 'bila berteman dengan penjual parfum, maka kita akan wangi walau tidak membeli parfum', maknanya lingkungan sangat mempengaruhi karakter seseorang. Menjadi pintar tanpa disadari dapat dilakukan dengan bergaul dengan orang pintar, sekelas dengan orang pintar, atau sekamar dengan orang pintar. Ingat! Sebodoh-bodohnya seorang siswa didalam kelas pintar, maka ia dianggap anak pintar. Sementara sepandai-pandainya siswa didalam kelas bodoh maka ia disebut anak bodoh. Jadi bila ingin pintar maka bergabunglah pada lingkungan dan komunitas orang-orang pintar.

2. Game

Game adalah salah satu media permainan yang dapat melalaikan seseorang, menghabiskan waktu, dan bermalas-malasan. Hal tersebut tak terlepas dari mekanisme game yang dapat menghibur pribadi peminatnya. Akan tetapi, belajar dengan media game ternyata sangat efektif menjadikan seseorang pintar tanpa disadari. Sebagai contoh, seorang penggemar game Berbahasa Inggris secara natural ia akan memiliki kosa kata dan pengetahuan tentang bahasa Inggris tanpa harus ia pelajari.

Solusinya, agar game dapat menjadikan seseorang pintar, maka carilah game yang dapat mendongkrak kepintaran seseorang. Sudoku misalnya, merupakan game yang dapat melatih daya hitung-hitungan seseorang. Dengan memainkan game-game bernuansa pendidikan maka secara bertahab akan menjadikan pemainnya pintar tanpa disadari.

3. Kerja

Siapa bilang jika seseorang harus pintar dulu baru bisa dapat kerja? Kebanyakan justru orang-orang pada kerja atau magang dulu lah baru ia menjadi pintar dan profesional. Fakta telah menjadi bukti, hampir 75% ilmu otomotif siswa SMK mereka dapatkan ditempat magang bengkel bukan di kursi sekolahnya. Jadi, bekerja merupakan salah satu alternatif agar seseorang menjadi pintar atau tepatnya ahli tanpa disadari.

Hal tersebutlah yang menjadikan alasan mengapa berbagai instansi tertentu dalam perusahaan menerima karyawan yang berpengalaman dari pada bernilai test yag tinggi. Seseorang yang sudah bekerja lebih terbukti lebih pintar dibandingkan pelajar. Jadi bila anda ingin pintar dalam berbagai hal, maka dapat dimulai dengan bekerja diberbagai bidang dan keahlian. Sebab, selain bisa mendapatkan uang, skill yang didapat juga berguna dikemudian hari.

4. Mencintai Pelajaran

Perbedaan anak pintar dan bodoh di suatu kelas ternyata tidak berdasarkan IQ nya. Lebih dari itu, tepatnya yang menentukan kepintaran seorang siswa adalah caranya dalam mencintai pelajaran. Dengan mencintai atau menyukai pelajaran seorang siswa dapat mencerna dan memahami apa yang diajarkan dengan baik dan efektif.

Realita dilapangan, minat kesukaan siswa sangat bergantung pada guru yang mengajar. Jika mereka menyukai guru tersebut maka mereka akan mudah untuk memahami apa yang diajarkan. Tak heran jika seorang siswa gagal di ujian akhir, biasanya wali murid akan menyalahkan gurunya.

Berbeda dengan mahasiswa atau kita selaku orang dewasa. Agar menjadi pintar kita tak harus memanggil guru atau menyukai cara mengajar guru tertentu. Dengan mencintai bidang atau pelajaran tertentu dapat menstimulasi otak bawah sadar kita sehingga tanpa terasa kita sudah memahami sesuatu yang sebelumnya sulit dan menjengkelkan. Jika kita bisa memotivasi diri seperti itu, maka klaim ‘pintar’ akan mudah didapat tanpa harus kita menyadarinya.