Mie Razali The Master

0
Source:

Aceh mempunyai keunikan, tidak hanya dari segi adat dan kebudayaan, namun makanan khas juga dimiliki Aceh. Salah satu ialah Mie Aceh. Jika anda datang kewilayah ini tidak lengkap rasanya tanpa mencicipi Mie Aceh. Begitu mudah mendapatkan mie Aceh di Serambi Mekkah. Namun salah satu yang paling terkenal dan membuat para pendatang terkesan ialah Mi Razali. Mie Aceh Razali sering disebut oleh masyarakat sebagai “The Master”.

Mi Razali terletak ditegah Kota Banda Aceh, lebih jelasnya jalan T. Panglima Polim, Peunayong dan para pengunjung berasal dari berbagai kalangan. Tidak hanya warga lokal saja tetapi juga dari daerah lain, termasuk dari luar negeri, salah satunya presiden RI Jokowi pun sudah menyicipi nya.  Mi Razali sudah berdiri sejak tahun 1963. Nama Mi Razali ini dari sosok Razali, ialah ayah Fadil yang almarhum pada 2007 lalu. Menurut Fadil, ayahnya sudah berjualan mi sejak 1960. Mulanya ia merantau dari kampungnya di Mila, Pidie ke Banda Aceh. Di ibu kota ini, ia berjualan di gerobak, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Lambat laun usahanya sukses, hingga Razali mampu menyewa warung dan menamai warungnya itu dengan nama Mi Razali.

Sejak 2005 lalu, Mi Razali sudah mendapat hak paten dari Departemen Hukum dan HAM. Kini ia sudah memiliki cabang di Jalan Sukarno Hatta, Lampuenurut, Aceh Besar dan Takengon. Saudara kandungnya Nazar yang memantau di cabang-cabang tersebut. “Kami meneruskan warisan ayah dan cita rasa tetap kami jaga. Pola tradisional tetap harus dipertahankan,” ujar Fadil yang sudah mendapatkan tawaran untuk membuka cabang di Singapura dan Malaysia. 

Mie Razali sama seperti mie Aceh lainnya. Namun penjual mie lain membeli bahan-bahannya dipasaran. Berbeda halnya dengan Mi Razali. Untuk menjaga citra rasa dan segala bumbu, mie dibuat sendiri.. “Yang khas disini cita rasanya selalu terjaga.”Kami membuat sendiri tanpa ada pengawet kata Muhammad Fadil pengelola Warung Mi Razali.  Dalam satu porsi, Mi Razali ini memiliki beragam rasa, seperti manis, asam, dan asin. Bumbunya diracik dengan berbahan cabai merah bermutu tinggi, bawang putih, kemiri, ketumbar merica, jahe, dan rempah-rempah lainnya yang kemudian digiling halus sehingga berwarna merah.


Mi Aceh memang terpopuler. Tetapi, tidak ada yang tahu persis bagaimana asal usulnya. Dalam buku-buku sejarah Aceh, tidak ditemukan awal mulanya mi Aceh. Meski demikian, konon mi Aceh berasal dari China. Bumbu mi Aceh itu berasal dari campuran bumbu mie China dan India. Aceh dan China sudah memiliki hubungan sejarah sejak abad 13 Masehi. Aceh juga memiliki hubungan yang erat dengan India (Hindu). Mi yang berasal dari China lalu diolah dengan cita rasa Aceh. Dan jadilah Mie Aceh. ** Dikutip dari buku “Jejak Kuliner Indonesia”


Warung Mi Razali buka dari pukul 09.00 WIB hingga 24.00 WIB ini pun memiliki beragam jenis mi aceh, seperti mi rebus, mi goreng (agak kering), dan mi goreng basah (tumis). Masing-masing jeni punya cita rasa tersendiri.  Sebagai pelengkap, juga disediakan udang, kepiting, dan cumi. Pelengkap ini akan dimasukkan tergantung pesanan. Dan ini memengaruhi harga makanan. Jika harga mi biasanya Rp8 ribu, maka ketika ditambah salah satu di antara makanan laut, harga bisa mencapai Rp18 ribuper porsi.


Setelah mendidih, aromanya akan membuat ngiler. Kemudian masukkan mi dengan disertai garam, kecap, dan penyedap rasa secukupnya. Untuk menambah aroma wangi, taburi irisan seledri, serai, dan daun bawang bombai. Untuk proses pematangan, diamkan sejenak. Setelah itu mi diangkat ke atas piring. Untuk menambah cita rasanya, biasanya mi ditaburi dengan emping melinjo, kacang goreng, dan bawang goreng. Proses memasak ini hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit. Dan mi Razaki pun siap untuk dicicipi.


Proses memasak mi aceh cukup sederhana. Irisan bawang bombai, tomat, kol, dan tauge ditumis dengan minyak. Kemudian tambahkan air secukupnya. Jika ingin membuat mi aceh rebus, air dilebihi sedikit dari takaran. Dan jika ingin menambahkan udang, kepiting, cumi, atau telur, inilah saatnya campuran dilakukan. Bahan dasar cukup mudah didapatkan di pasaran ini kemudian digiling, disisir, direbus, dan dilumasi dengan minyak malinda. Sehingga menjadikan bentuk mi menjadi kenyal berwarna kuning.


Cara mengolahnya, cukup sediakan empat ratus gram mi kuning, 750 mililiter kaldu sapi, 150gram udang, 150 gram daging sapi potong dadu, satu buah tomat potong dadu, empat bawang putih iris tipis, tiga bawang merah iris tipis, enam puluh gram tauge yang dibuang buntutnya, seratus gram kol iris tipis, satu sendok teh cuka, dua sendok makan kecap manis, satu batang daun bawang iris halus, satu sendok makan seledri iris halus, dua sendok teh garam, dan tiga sendok teh minyak goreng.