Ngapain ke Alue Naga?

0
Source:

Terletak di daerah Kajhu, Kecamatan Syiah Kuala, berjarak 10 KM dari pusat kota Banda Aceh, Pantai Alue Naga yang sering dijuluki surga tempat berburu sunset ini menyuguhkan pemandangan yang terbilang masih sangat asri.

Lokasi pantai terbuka bagi siapapun, pengunjung tak perlu merogoh kocek. Namun warga setempat mendirikan pamplet sederhana berisi himbauan kepada para pengunjung untuk selalu menjaga kebersihan bersama.

Ditengah laut terlihat kerangka jembatan, menjadi saksi  sejarah keganasan Tsunami Aceh tahun 2004. Pohon-pohon yang rimbun membuat sekitaran pantai ini menjadi semakin teduh terutama pada saat sore hari.

Sebagai tempat menfreshkan kembali dari keseharian rutinitas, pantai ini menjadi lokasi favorit bagi warga setempat dan para Mahasiswa yang ada di Darussalam  untuk sekedar melepas penat.

Hari ini bisa terbilang sore yang beruntung untuk aku dan teman. cuaca sangat bersahabat, sehingga kami dapat menikmati sunset dan angin sore ditemani gorengan hangat yang kami beli disekitaran Darussalam saat hendak pergi kesini.

Ku lihat ada dua orang yang sedang mandi di pantai dan sebagian ada yang bermain bola. Tanggul-tanggul pinggir pantai yang tersusun bebatuan juga banyak berkumpul sekelompok  pemuda yang sedang mengabadikan sunset.

“ Disini emang sering ramai kalo udah sore, apalagi kalo cuaca nya bagus, orang-orang pada nunggu sunset” Ujar Oni, teman yang mengajakku kesini.

Namun, kurangnya pemberdayaan dari pemda setempat, membuat pantai ini jauh dari sarana dan fasilitas yang memadai terutama tempat jajanan nya. Kebanyakan para pengunjung menyiapkan bekal makanan dan camilan ringan terlebih dahulu dari rumah atau  sekedar membelinya di luar lokasi pantai.

Akses menuju lokasi

“ Keren kali pemandangannya ya On” Ujar ku pada Oni, saat menuju lokasi

 Akses jalan menuju lokasi juga tak kalah menariknya.  Barisan rimbun Pohon pinus dan mangrove meneduhkan para pelintasnya. Pada tepi kanan, kami melihat hamparan aliran sungai luas Lamnyong yang mengarah langsung ke laut akan memberikan decak kagum.

Sedangkan Tepi kiri ada Tambak-tambak para nelayan akan menambah keelokan langit senja kemerah-merahan yang eksotis.

Tak jarang, tambak-tambak ini banyak dikunjungi warga sekitar maupun pengunjung sebagai tempat spot pemancingan terutama pada akhir pekan seperti ini.

Maka jangan heran,  menjelang sore hari sepanjang jalan menuju lokasi, sangat jauh dari kata sepi. Banyak warga terutama para mahasiswa yang  berhenti sejenak untuk melepas penat sampai duduk bergerombol menyantap makanan ringan sembari mengobrol santai dan tertawa ria.

Rahmah Atikah, Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN AR Ranirry Banda Aceh