Nggak Perlu Jauh ke Grand Canyon, Cukup ke Lingkok Kuwieng, Pidie. Lebih Dekat dan Murah

0
Source: khairulmtm.com

Sulit melupakan tempat-tempat wisata yang sudah terkenal di Aceh seperti Sabang, Pantai Lampuuk, Lhoknga, Danau Laut Tawar, Pulau Banyak, dan tempat-tempat lainya yang sudah banyak orang tahu. Tempat-tempat itu sudah menjadi tempat wisata favorit yang sudah diakui keindahannya. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke sana.

Sebenarnya Aceh masih banyak memiliki destinasi wisata alam  yang tersembunyi. Salah satunya adalah Lingkok Kuwieng atau Uruek Meuh yang terletak di pedalaman hutan Gampong Pulo Hagu di Padang Tijie, sebuah kecamatan yang berjarak sekitar 12 Km dari Kota Sigli, Kabupaten Pidie.

Lingkok Kuwieng merupakan objek wisata berbentuk lembah dengan dinding batu sedimen layaknya sebuah situs kuno. Di tengah-tengah sisi dinding terdapat aliran sungai yang sangat jernih.



credit image: nazarulhikmah.files.wordpress.com

Sepintas mata, lembah itu bagaikan sebuah situs kuno yang memiliki riwayat hidup ribuan tahun. Bebatuan sedimen membuat kita berpikir apakah ini sebuah kerajaan, sebuah candi purbakala, atau ini buatan manusia. Panorama yang disuguhkan pun sangat indah dengan udara sejuk, kicauan burung, hutan yang masih asri sehingga memberi kesan istimewa. Jalan menuju ke Lingkok Kuwieng pun terbilang berat. Sehingga tempat ini jarang dikunjungi wisatawan yang membawa keluarga. Kebanyakan dikunjungi wisatawan komunitas pecinta alam.

Bisa dikatakan belum banyak yang mengetahui letak Lingkok Kuwieng. Ditambah pula belum ada petunjuk arah untuk menuju kawasan itu. Bagi anda yang belum pernah kesana, penunjuk arahnya adalah bertanya pada warga sekitar. Mereka dengan senang hati akan memberi  petunjuk. Terlebih lagi warga di sekitar pun sangat ramah. Atau mengajak seseorang yang sudah pernah ke tempat wisata tersebut.

Dibutuhkan waktu dua jam menuju ke Lingkok Kuwieng dari Padang Tijie. Jalanan dapat dilalui dengan menggunakan sepeda motor atau mobil. Disarankan gunakan kendaraan berbasis medan berat sebab jalanannya masih tanah dan bebatuan tidak rata. Saat mendekati lokasi wisata, anda juga harus berjalan kaki sebab rutenya tidak dapat dilalui kendaraan.

Berpetualang adalah kata yang tepat untuk menggambarkan perjalanan menuju Lingkok Kuwieng. Kondisi jalanan yang belum diaspal, berbatu serta berbukit, melewati pohon rindang dan lebat, menjadikan perjalanan sebagai tantangan penguji kesabaran. Di sepanjang perjalanan pengunjung akan disambut dengan pemandangan bukit-bukit nan hijau yang menyejukkan mata saat memandang. Ditambah lagi sejuk semilir angin yang membelai lembut para pengunjung sehingga menghilangkan rasa lelah saat berjalan.

Sesampai dilokasi semua kelelahan selama perjalanan seakan terbayar dengan segala keindahan yang belum pernah kita lihat sebelumnya. [fer]