Pantai Lampuuk tidak kalah menarik dengan Pantai Kuta Bali, Kenapa?

0
Source: news.joelbungalow.com

Berjalan di atas pasir putih, bersantai dan berjemur di bawah sang mentari di tepi pantai yang bersih, berselancar di ombak laut yang biru, menyelam menikmati indah nya biota laut, bermain banana boat dan menanti ke indahan sunset bukan hanya dapat dinikmati di Bali. Aceh juga bisa dikatakan memiliki pantai yang serupa, nama pantai tersebut adalah Pantai Lampuuk yang mempunyai semua keunggulan itu. Pantai yang ada di lokasi Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, ini menghadap ke Samudra Hindia. Disini juga tak kalah menarik nya kalo mengenai soal ombak. Ombak di pantai lampuk juga tergolong menantang bagi para wisatawan yang hobi berselancar. Dan kehidupan biota laut nya juga sengat menarik untuk dijelajahi.


credit image: pegipegi.com

Di ujung pantai terdapat tebing tinggi yang terjal yang melengkapi pemandangan pantai. Disana juga terdapat tempat makan serta bagi wisatawan yang ingin menginap di pantai ini juga ada bungalow-bungalow untuk bermalam. Unik nya, bungalow-bungalow ini dibangun di dinding tebing itu sendiri.

Tempat Pantai Lampuuk persisnya di lokasi barat Aceh, sekitaran 15 km. Dari Banda Aceh. Keadaan jalan menuju ke tempat itu cukup bagus hingga mempermudah wisatawan. Belum ada angkutan umum kesana hingga wisatawan mesti memakai kendaraan pribadi.

Pantai Lampuuk mempunyai garis pantai selama sekitaran 5 km. Pantai ini berpasir putih bersih nan lembut, air laut berwarna biru kehijauan, serta ombak yang bersahabat untuk beberapa peselancar. Ke arah daratan ada pohon-pohon pinus yang rimbun serta lebih jauh lagi tampak jejeran pegunungan yang hijau.

Pantai lampuuk itu sendiri memiliki 4 pintu masuk. Melalui pintu ini para wisatawan dapat berkunjung ke pantai dengan ruas yang berbeda. Setiap pintu diberi nama dengan Babah (yang berarti mulut). Jadi tiap-tiap pintu diberi nama secara berurutan mulai dari posisi selatan sampai ke utara, dimulai dari babah 1, babah 2, babah 3, babah 4.

Para wisatawan asing biasanya mengambil rute dari babah 3, mungkin dikarenakan dekat dengan ruas pantai dengan gelombang yang besar jadi mereka bisa menikmati berselancar dengan bebas. Sedangkan wisatawan lokal lebih senang memngambil rute babah 1 dan babah 2 untuk masuk ke pantai.

Saat petang mendekati, pengunjung juga bergegas ke tepi pantai menunggu sang surya turun ke peraduannya. Umumnya mereka bersiap dengan kamera masing-masing untuk mengabadikan keindahan alam saat sang surya tenggelam di ufuk barat.

Pemandangan alam itu menjadikan Pantai Lampuuk jadi satu di antara primadona wisata di Aceh. Terlebih, pantai itu ada di daerah perkampungan yang masih sepi serta tenang. Di sana, wisatawan dapat sebentar melepas capek dari hiruk-pikuk situasi kota yang bising.

Berbeda dengan pantai Kuta, ketika musim hujan yang cukup deras di Bali membuat sungai meluap. Alhasil sampah-sampah yang ada di sungai terbawa ke laut. Termasuk kotoran manusia. Sampah-sampah itu lantas berakhir di Pantai Kuta.

Ini membuat awal Maret lalu otoritas Pantai Kuta melarang turis berenang di pantai tersebut lebih dari 30 menit. Khawatir terkena infeksi kulit. Selain masalah polusi di pantai, Bali juga mengalami problem kekurangan air, listrik kadang mati kadang hidup, sampah yang berserakan, drainase, hingga kemacetan serta kriminalitas.

Bukan hanya itu di pantai lampuuk juga ada kegiatan lain yang unik, dan tidak dapat para wisatawan temukan di pantai kuta. Kegiatan itu adalah mengunjungi konservasi penyu. Tempatnya berada di pintu masuk Babah 2. Para wisatawan dapat melihat sejumlah Tukik (Bayi Penyu) yang dirawat dalam kolam penampungan tukik-tukik itu sendiri.


credit image: mjcnews.com

Jika sudah cukup dewasa tukik-tukik ini akan dilepas kelaut untuk bisa berkembang biak di habitat mereka. Ini merupakan suatu program yang bertujuan untuk melestarikan penyu yang saat ini tergolong hewan yang hampir punah. Jika saat anda pergi ke pantai lampuuk tidak ada kegiatan pelepasan penyu, itu berarti tukik-tukik itu belum saat nya di lepas. Dikarenakan tidak setiap hari tukik-tukik itu dilepas ke laut.

Semoga saja jika anda pergi berkunjung ke sana  moment pelepasan tukik-tukik itu ada. Supaya hal tersebut bisa menjadi sarana pendidikan yang baik tentang bagaimana cara untuk menjaga dan melestarikan alam.