Penghormatan Merah Putih yang Sudah Jarang Ditemukan

0
Source: m.tempo.co

Sudah 72 tahun Indonesia merdeka dari berbagai penjajahan berbagai negara seperti Portugal, Inggris, Belanda, dan Jepang. Salah satu bentuk kebebasan Indonesia adalah adanya bendera sendiri yaitu bendera merah putih. Para pahlawan rela bersimbah darah dan mati-matian hanya untuk menaikkan sang pusaka ke tiang bendera ditengah medan pertempuran. Sudah tak heran apabila bangsa Indonesia pasca penjajahan atau pernah melihat dan merasakan langsung dampak penjajahan akan menghormati berkibarnya bendera dengan sepenuh hatinya.

Setiap hari senin, seluruh bangsa Indonesia pernah merasakan suasana mengibarkan bendera terutama ketika duduk di bangku sekolah. Namun apa yang terjadi? Hanya segelintir siswa yang serius dan benar-benar menghormati sang bendera yang diperjuangkan mati-matian oleh para pahlawan. Kedamaian ternyata telah melupakan bahwa pengibaran sang bendera sungguh sangat berarti bagi bangsa Indonesia.

Jika ada para pahlawan yang masih hidup saat ini, atau mereka yang merasakan pahit getirnya perjuangan kemerdekaan. Tentu ketika bendera merah putih dikibarkan mereka akan menangis sambil memberi hormat. Tidak hanya itu, bahkan ketika mereka sedang berjalan dan melihat bendera merah putih dinaikkan, mereka langsung menghentikan langkahnya merapatkan kaki dan memberi hormat.  

Inilah penghormatan yang sudah jarang kita temukan atau bahkan kita lakukan saat sekarang ini. Padahal, penghormatan tertinggi terhadap bendera melambangkan jiwa nasionalisme seseorang. Tanpa jiwa nasionalisme tentu seseorang tidak akan berfikir untuk memberikan yang terbaik untuk negaranya. Oleh sebab itu, jiwa nasionalisme adalah PR kita bersama, dengan adanya sikap ini tentu akan mencegah Indonesia dari permusuhan, tawuran, perpecahan dan menciptakan karakter menghargai bangsa dan negara salah satunya dengan menghormati berkibarnya bendera merah putih.